AS dan Israel hadapi kekalahan strategis lawan Iran. Laporan NYT sebut 15 pangkalan hancur dan rentetan misi utama yang gagal.


KOSONGSATU. ID – ​Sebuah laporan mengejutkan dari The New York Times mengungkap realitas pahit bagi koalisi Barat. Sebanyak 15 pangkalan militer Amerika Serikat di seluruh penjuru Timur Tengah kini hancur total, terbengkalai, dan tidak layak huni. Kehancuran infrastruktur ini membawa dampak yang jauh lebih mematikan: runtuhnya mental tempur para prajurit.

​Rangkaian peristiwa ini menandai kekalahan strategis yang sangat besar bagi AS dan Israel. Berbagai indikator di lapangan membuktikan bahwa ambisi mereka membentur tembok pertahanan Iran yang solid.

​Kegagalan Misi Perubahan Rezim

Awalnya, AS dan Israel menetapkan misi yang sangat ambisius: menghancurkan angkatan bersenjata Iran, menghabisi para pemimpinnya, dan menggulingkan pemerintahan hasil Revolusi 1979. Kenyataannya, misi ini gagal total.

​Alih-alih memantik pemberontakan internal yang didesain oleh CIA dan Mossad, rakyat Iran justru berdiri semakin tegak mendukung pemerintah yang sah. Saat ini, kepemimpinan politik dan militer Iran tetap kokoh dalam satu komando di bawah Ayatollah Mojtaba Khamenei bersama para komandan IRGC.

​Efek Kejut Terhadap Sekutu dan Kegagalan Intelijen

Iran tidak hanya bertahan, tetapi juga melancarkan serangan balasan yang melumpuhkan. Sepanjang satu bulan konflik memuncak, Iran memukul mundur semua negara Arab sekutu AS yang bersekongkol memberikan akses serangan. Mulai dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Yordania, hingga Kuwait.

​Di sisi lain, narasi Israel yang membanggakan pembunuhan tokoh militer Iran ternyata hanyalah fatamorgana. Intelijen Israel hanya mampu menargetkan kurang dari 30% elit militer Iran. Kematian beberapa tokoh ini sama sekali tidak merusak rantai komando. Buktinya, rudal balistik dan drone Iran terus menghujani Israel serta negara-negara sekutunya setiap tiga jam sekali tanpa henti.

​Infrastruktur Nuklir dan Ekonomi yang Tak Tersentuh

AS dan Israel juga bermimpi melucuti program nuklir dan balistik Iran. Kenyataannya jauh panggang dari api. Iran masih mengamankan uranium yang diperkaya hingga 60% di fasilitas bawah tanah yang sama sekali tidak tersentuh. Pasukan khusus koalisi yang mencoba menyita fasilitas ini selalu berujung pada kegagalan.

​Sementara itu, denyut nadi ekonomi Iran tetap berdetak kencang. Pasukan Iran menguasai penuh Pulau Kharg. Alhasil, ekspor minyak mentah Iran ke Tiongkok dan berbagai negara lain tetap mengalir lancar dengan volume mencapai lebih dari dua juta barel per hari. AS dan Israel hanya mampu menjadi penonton.