Mojtaba Khamenei resmi memimpin Iran menggantikan sang ayah. Pemimpin baru ini disebut mengendalikan langsung pengembangan senjata plasma yang diklaim mampu melelehkan tank dan pesawat musuh.
KOSONGSATU.ID—Mojtaba Khamenei kini memegang tampuk kepemimpinan tertinggi Iran. Ia tidak hanya meneruskan estafet kekuasaan, tetapi juga disebut mengendalikan strategi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan mengawasi riset senjata mutakhir.
Informasi yang beredar dari lingkaran dalam Teheran menyebutkan, rezim baru ini menyiapkan kejutan besar bagi musuh-musuhnya. Klaim tersebut memicu kekhawatiran baru di kawasan Timur Tengah yang sedang memanas.
Klaim Penguasaan Teknologi Plasma
Menurut sumber yang tidak disebutkan identitasnya, Iran telah mengembangkan teknologi plasma secara diam-diam. Senjata berbasis ionisasi ini diklaim jauh lebih destruktif dibandingkan rudal konvensional.
“Senjata plasma itu kan ionisasi yang istilahnya, misalnya tank bisa meleleh. Pesawat itu bisa meleleh. Jadi teknologi itu sudah dikembangkan di Iran. Ini kan kabarnya,” tutur pengamat militer Andika dalam pernyataan yang dikutip media.
Klaim tersebut menyebutkan teknologi Iran telah melampaui kemampuan militer Amerika Serikat dan China. Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran maupun pihak independen mengenai uji coba senjata dimaksud.
Pidato Perdana Tantang Barat
Dalam pidato nasional perdananya yang viral di media sosial, Mojtaba tampil dengan nada tegas menantang Barat. Ia menyapa rakyat Iran dan mendeklarasikan transisi kekuasaan sebagai misi suci.
“Salam untuk bangsa kami yang tercinta dan tengah berjuang. Hari ini, saya mengambil alih kepemimpinan bangsa besar ini untuk menapaki jalan para syuhada kami dan membebaskan bangsa kami dari belenggu,” tegas Mojtaba.
Ia juga membakar semangat rakyat untuk tetap solid melawan hegemoni asing. “Kami akan berjuang sampai orang terakhir di antara kami untuk menolak agresi brutal Barat. Tetap teguh, karena kemenangan adalah sekutumu, dan kehendak kami tidak akan pernah patah,” serunya.
Reaksi Global dan Potensi Eskalasi
Kepemimpinan Mojtaba yang agresif, berpadu dengan klaim penguasaan teknologi plasma, memicu kekhawatiran negara-negara Barat dan Israel. Para analis memperingatkan potensi eskalasi konflik jika klaim tersebut terbukti benar.




Tinggalkan Balasan