Serangan AS-Israel dilaporkan menewaskan 1.230 orang di Iran.


KOSONGSATU.ID—Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeklaim kekuatan militer Iran telah hancur total setelah rangkaian serangan udara masif yang dilancarkan sejak Sabtu (28/2/2026)lalu. Trump menyebut militer Iran kini tidak lagi memiliki angkatan udara maupun sistem pertahanan udara yang berfungsi.

“Iran sedang dihancurkan lebih cepat dari jadwal dan pada tingkat yang belum pernah dilihat orang sebelumnya,” ujar Trump, sebagaimana dikutip Al Jazeera pada Jumat (6/3/2026). Ia menegaskan bahwa kekuatan udara Teheran kini telah “hilang.”

Hingga hari ketujuh operasi militer gabungan AS dan Israel, jumlah korban jiwa di pihak Iran dilaporkan telah mencapai sedikitnya 1.230 orang.

Serangan terbaru pada Jumat pagi dilaporkan menyasar area pemukiman di Teheran, termasuk kawasan di sekitar Universitas Teheran yang merupakan institusi pendidikan utama di negara tersebut. 

Tragedi Kemanusiaan di Sekolah Minab

Di tengah eskalasi yang kian brutal, investigasi militer AS melaporkan bahwa pasukan Amerika kemungkinan besar bertanggung jawab atas serangan rudal yang menghantam sebuah sekolah dasar perempuan di Minab, Iran Selatan. Serangan yang terjadi pada Sabtu lalu tersebut dilaporkan menewaskan 165 siswi dan staf sekolah.

Duta Besar Iran untuk PBB di Jenewa, Ali Bahreini, sebelumnya melaporkan jumlah korban awal sebanyak 150 orang sebelum akhirnya meningkat. Investigasi internal AS masih terus berjalan untuk memastikan kronologi detail kejadian tersebut. Berdasarkan hukum kemanusiaan internasional, serangan sengaja terhadap sekolah atau fasilitas sipil dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Ancaman Perang Berkepanjangan

Merespons klaim Trump, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa pasukan Iran saat ini sedang “menunggu” kemungkinan invasi darat dari pasukan AS. Teheran menyatakan kesiapannya untuk melakukan perlawanan sengit jika pasukan darat asing memasuki wilayah mereka.

Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, menambahkan bahwa Iran bersiap menghadapi “perang berkepanjangan.” Ia memberi peringatan bahwa Iran akan segera mengerahkan persenjataan canggih yang selama ini belum pernah digunakan dalam konflik.

“Musuh-musuh Iran harus bersiap menghadapi pukulan yang menyakitkan. Inisiatif dan senjata baru Iran sedang dalam perjalanan,” tegas Naeini dalam pernyataan resminya.

Sementara itu, konflik terus meluas ke negara-negara Teluk seperti Qatar, Bahrain, dan Arab Saudi yang melaporkan adanya upaya intersepsi rudal. Di Lebanon, kelompok Hezbollah juga mengumumkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Israel di Haifa dan wilayah Golan sebagai bentuk solidaritas terhadap Teheran.***