Harga cabai rawit di atas Rp75 ribu/kg, tekan inflasi volatile food Februari.


KOSONGSATU.ID — Harga cabai rawit merah masih berada di level tinggi pada pekan kedua Februari 2026 dan menjadi salah satu komoditas yang memberi tekanan pada inflasi pangan bergejolak (volatile food).

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia (BI), harga cabai rawit merah pada Selasa (10/2/2026) tercatat sekitar Rp75.300 per kilogram di tingkat pedagang eceran nasional. Dua hari berselang, Kamis (12/2/2026), harga berada di kisaran Rp76.550 per kilogram, menunjukkan tren masih bertahan tinggi.

Data tersebut dipublikasikan melalui pembaruan harian PIHPS dan dikutip sejumlah media nasional berbasis data resmi BI.

Data Resmi Harga Pangan

Selain cabai rawit merah, PIHPS mencatat harga beberapa komoditas lain per 12 Februari 2026 sebagai berikut:

  • Cabai merah besar: ±Rp44.600/kg
  • Cabai merah keriting: ±Rp46.550/kg
  • Cabai rawit hijau: ±Rp53.300/kg
  • Bawang merah: ±Rp44.000/kg
  • Beras medium I: ±Rp15.900/kg
  • Daging ayam ras: ±Rp41.250/kg
  • Telur ayam ras: ±Rp31.950/kg

Angka tersebut merupakan rata-rata nasional berdasarkan pemantauan pasar tradisional di berbagai provinsi.

Sementara itu, Panel Harga Pangan Nasional milik Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga menunjukkan cabai rawit termasuk komoditas dengan volatilitas harga paling tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Pernyataan Resmi Terkait Inflasi

Dalam rilis hasil Rapat Dewan Gubernur awal Februari 2026, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa inflasi Indonesia tetap terkendali dalam sasaran, namun komponen volatile food masih menjadi sumber tekanan jangka pendek.

BI menegaskan bahwa komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang sering menjadi penyumbang utama inflasi bulanan karena sangat sensitif terhadap gangguan pasokan dan faktor cuaca.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi dalam sejumlah keterangan resmi Bapanas pada awal Februari 2026 menyatakan pemerintah terus melakukan penguatan distribusi antardaerah dan koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk meredam lonjakan harga cabai.