Teaser: Qodari sebut puluhan media digital mitra pemerintah—Narasi, Bapak2ID, Kok Bisa, hingga NKSTHI kompak membantah. NKSTHI mundur dari INMF.


KOSONGSATU.ID — Sederet media digital yang disebut Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari sebagai mitra pemerintah kompak membantah klaim itu, sehari setelah pernyataan Qodari beredar luas pada Rabu (6/5/2026).

Narasi menjadi yang pertama angkat suara. Lewat akun Instagram resminya, Narasi menegaskan tidak bergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF), tidak mengetahui, tidak terlibat, dan tidak menghadiri pertemuan maupun jumpa pers terkait INMF pada 6 Mei 2026. Narasi juga menegaskan statusnya sebagai media terverifikasi Dewan Pers sejak 2019.

Pendiri Bapak2ID, James Jan Markus, turut membantah. “Beritanya tidak benar, dan kami tidak pernah menghadiri acara yang disebutkan,” ujar James kepada Kompas.com, Kamis (7/5/2026). James meminta media-media yang memberitakan untuk menghapus nama Bapak2ID dari daftar mitra Bakom.

Mundur dari INMF

NKSTHI mengambil langkah lebih jauh. Mereka mengakui terdaftar di INMF, namun menyatakan hal itu tidak berarti menyetujui klaim kemitraan yang disampaikan Qodari. Karena nama mereka dicantumkan dalam narasi tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka, NKSTHI memutuskan mundur dari INMF per 7 Mei 2026.

Sementara Big Alpha—yang mengakui keanggotaannya di INMF—menegaskan bahwa INMF bukan forum bentukan pemerintah, melainkan forum komunikasi independen yang lahir dari inisiatif para pelaku media baru sendiri.

Perwakilan INMF Timothy Marbun mengonfirmasi bahwa pertemuan dengan Qodari pada Selasa (5/5/2026) hanya bersifat perkenalan. “Tidak ada komitmen apa pun,” ujar Timothy. Konteks “bermitra” yang dimaksud hanya sebatas membuka akses konfirmasi bagi media digital saat meliput kinerja pemerintah.

Klaim Qodari

Dalam jumpa pers Rabu (6/5/2026), Qodari menyatakan Bakom menjadikan para homeless media yang tergabung New Media Forum sebagai mitra. “New Media Forum ini sebuah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media,” ujar Qodari.

Qodari menyebut jangkauan kolektif anggota INMF mencapai 100 juta pengikut dengan tayangan bulanan 4 hingga 6 miliar. Ia menyatakan pemerintah perlu merangkul media digital agar semakin berkualitas.

Nama-nama yang disebut Qodari antara lain Folkative, Narasi, Dagelan, Kok Bisa, Bapak2ID, USS Feed, GNFI, Ngomongin Uang, Indomusikgram, Big Alpha, hingga Pandemic Talks. INMF sendiri merupakan forum yang dibentuk secara kolektif dan independen pada pertengahan 2025 sebagai ruang berkumpul dan belajar bagi pelaku media baru, dikelola tanpa hierarki.***