“Ini membuktikan sekali lagi bahwa mereka tidak patuh terhadap diplomasi, tidak patuh terhadap negosiasi. Pada saat kami sedang berada di meja perundingan, mereka melakukan penjarahan,” katanya.
Serangan di Tengah Perundingan Nuklir
Sebelum operasi militer dilancarkan, AS dan Iran telah memasuki putaran ketiga pembicaraan nuklir.
Belum ada kesepakatan tercapai ketika serangan justru terjadi.
Operasi militer pada Sabtu (28/2) dilaporkan menyasar fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam, lokasi peluncuran rudal balistik dan drone, serta sistem pertahanan udara Iran.
Sejumlah pejabat tinggi dilaporkan gugur, termasuk Khamenei dan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh.
Pemerintah Iran mengonfirmasi wafatnya Khamenei dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Tak lama setelah itu, Iran membalas dengan menargetkan pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Ledakan dan kepulan asap dilaporkan terjadi di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Irak.
Situasi kawasan kian memanas.
Di tengah transisi kepemimpinan, nama Larijani disebut semakin dominan dalam pengambilan keputusan strategis di Teheran.
Namun satu sikap telah ditegaskan secara terbuka: pintu negosiasi dengan Washington kini tertutup. ***




Tinggalkan Balasan