Langkah ini menjadi bagian dari strategi menekan angka pengangguran terbuka dan kemiskinan di Kota Pahlawan.
Eri berharap dana Rp5 juta per RW dapat digunakan sebagai modal awal membangun unit usaha produktif. Produk yang disuplai bisa berupa daging ayam, sayuran, hingga sandal hotel.
Pendampingan juga disiapkan. Pemkot bersama stakeholder akan membina para penerima dana agar usaha yang dirintis berjalan berkelanjutan.
Menurut Eri, Kampung Pancasila tidak hanya menjadi ruang penguatan kebersamaan warga. Program ini diarahkan menjadi pusat inkubasi ekonomi kreatif bagi generasi muda di perkampungan Surabaya.
“Belajarlah, kita mulai untuk menata agar dia bisa menjadi wiraswasta, bisa menjadi pergerakan kegiatan-kegiatan yang ada manfaatnya untuk kampung. Itu yang saya ingin mulai, jadi biar terbiasa,” pungkasnya.***



Tinggalkan Balasan