ASDP Kupang pastikan tiga kapal tetap berlayar penuhi kebutuhan mobilitas warga.


KOSONGSATUI.ID–Warga Nusa Tenggara Timur sempat menaruh khawatir terkait potensi kelumpuhan total penyeberangan laut. Isu ini mencuat kuat pada pertengahan bulan Februari tahun 2026 akibat banyak armada ditarik pelabuhan.

Namun, pihak ASDP secara cepat memastikan layanan angkutan laut di perairan tersebut tetap berjalan. PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang langsung merilis jadwal terbaru operasional kapal mereka.

Pengumuman rilis jadwal ini diterbitkan pada Minggu malam tanggal 15 Februari 2026. Jadwal operasional tersebut berlaku sangat efektif untuk pelayaran hari Senin tanggal 16 Februari 2026.

Berdasarkan rilis resmi tersebut, manajemen ASDP hanya sanggup mengoperasikan tiga armada utama. Ketiga kapal ini menyumbang sekitar tiga puluh tiga persen dari total kekuatan armada di perairan NTT.

Kapal feri pertama adalah KMP Ile Labalekan yang melayani rute Pelabuhan Bolok Kupang menuju Hansisi. Armada laut ini dijadwalkan memberangkatkan penumpang tepat pukul setengah delapan pagi Wita.

Pelayaran baliknya dari arah Hansisi menuju Kupang langsung dilayani pada jam delapan pagi Wita. Kapal feri kedua yang disiagakan di perairan adalah KMP Kalibodri untuk lintasan Kupang menuju Rote.

KMP Kalibodri mulai bergerak meninggalkan pelabuhan Bolok pada pukul delapan pagi Wita. Rute arus balik dari pulau Rote menuju perairan Kupang akan dilayani penuh pada jam satu siang Wita.

Prioritas Keselamatan Penumpang

Berpindah ke area perairan wilayah Flores, pihak ASDP resmi menyiagakan KMP Ile Ape. Kapal ini fokus melayani pelayaran malam rute Maumere menuju Palue yang berangkat jam sebelas malam Wita.

Enam kapal ASDP lainnya terpaksa harus diistirahatkan sementara demi alasan krusial keselamatan pelayaran. Empat kapal yakni KMP Lakaan, Inerie II, Cakalang II, dan Ile Mandiri masuk jadwal rawat rutin.

Sementara itu KMP Uma Kalada dan KMP Namparnos sedang memasuki proses tahap perbaikan pelabuhan. Keputusan menarik kapal ini berdampak pada penyusutan kapasitas angkut penumpang hingga enam puluh persen.

Manajemen ASDP Cabang Kupang langsung sigap mengeluarkan imbauan resmi pada 15 Februari 2026. Imbauan peringatan ini ditujukan khusus bagi seluruh calon penumpang yang akan menyeberang.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan laut agar menyesuaikan jadwal keberangkatan serta datang lebih awal ke pelabuhan,” jelas perwakilan manajemen ASDP Cabang Kupang.

Langkah peringatan ini dinilai sangat penting untuk menghindari antrean panjang akibat berkurangnya kapal. Penumpang juga diwajibkan selalu memastikan ketersediaan tiket dan kelengkapan dokumen perjalanannya.

“Pembaruan jadwal dapat dilakukan sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi cuaca maupun kesiapan armada,” tambah pihak manajemen ASDP Cabang Kupang mengutip laporan resmi Victory News.

Mobilitas logistik warga saat ini banyak tertolong oleh datangnya bantuan armada Pelni dan kapal perintis. KM Wilis dan KM Lawit kini turut aktif melayani rute perairan Waingapu menuju Ende dan Kupang.

Dukungan tenaga pengangkut juga datang dari armada perintis laut KM Sabuk Nusantara 108 dan 90. Sinergi operasi ini memastikan urat nadi logistik area Nusa Tenggara Timur tidak terputus sama sekali. ***