Alam yang Hidup dan Berbicara
Tasawuf juga menolak pandangan modern yang memosisikan alam sebagai benda mati. Ibn Arabi memandang semesta sebagai jejaring penampakan Ilahi—breath of the Compassionate. Setiap makhluk memiliki martabat ontologis. Merusak hutan berarti merusak simpul relasi dalam jejaring itu: pelanggaran etis sekaligus spiritual.
Pandangan serupa bergema dalam tradisi Ikhwan al-Shafa, yang menggambarkan alam sebagai “saudara kembar” manusia. Dan Jalaluddin Rumi mengingatkan: alam berbicara kepada hati yang mau mendengar. Ketika manusia tuli terhadap suara alam, sesungguhnya ia tengah kehilangan kepekaan terhadap dirinya sendiri.
Krisis Lingkungan, Krisis Spiritual
Bagi Seyyed Hossein Nasr, krisis lingkungan modern berakar pada krisis spiritual. Manusia terjebak pada dimensi material, memutus harmoni dengan Tuhan dan alam. Ilmu pengetahuan dan teknologi—yang semestinya menopang kehidupan—berubah menjadi instrumen eksploitasi.
Nasr membaca alam sebagai ayat kauniyyah, tanda-tanda Tuhan yang hidup. Dalam metaforanya, Tuhan ibarat satu wajah dengan seribu cermin; semesta memantulkan keesaan itu dalam keragaman. Manusia, sebagai khalifah, bertugas menjaga wadah pantulan tersebut. Merusak alam, dalam logika ini, berarti merusak relasi dengan Yang Ilahi.
Syukur yang Membumi
Di Indonesia, tafsir tasawuf yang membumi itu menemukan ekspresinya dalam praktik-praktik tarekat. Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Sykeh Muchammad Mukhtarullahil Mujtaba Mu’thi, mengajarkan konsep “tiga titik syukur”. Kata syukur, katanya, tersusun dari tiga titik pada huruf syin; hilang satu titik saja, maknanya berubah menjadi sakaro—mabuk.
Syukur, dalam pengertian ini, tidak berhenti pada lisan, tetapi menjelma pelayanan keimanan, kemanusiaan, dan kealaman. Prinsip itu diterjemahkan dalam ajaran AL BIRRU: Asri, Lestari, Bersih, Indah, Rapi, Rajin, Utama. Di pesantren Shiddiqiyyah, syukur diwujudkan lewat kerja-kerja konkret: bersih-bersih lingkungan, penanaman pohon mangga, pisang, uwi, hingga penangkaran kupu-kupu dan ikan.


Tinggalkan Balasan