Selama dua periode pemerintahan SBY, luas IPPKH mencapai 322.169 hektare—angka terbesar dalam sejarah perizinan kehutanan modern.
Warganet menilai kombinasi pelepasan kawasan hutan dan IPPKH tersebut turut mempercepat deforestasi di Sumatera. Salah satu wilayah yang sering disebut adalah Taman Nasional Tesso Nilo di Riau, yang kini banyak berubah menjadi perkebunan sawit ilegal.
Wawancara dengan Harrison Ford
Isu Tesso Nilo kembali mencuat setelah publik mengingat pertemuan Zulkifli Hasan dengan aktor Hollywood Harrison Ford pada 2014 dalam dokumenter Years of Living Dangerously.
Ford merekam kondisi hutan dari udara dan mendapati kerusakan massif yang ia sebut “menyayat hati”. Dalam wawancara, Ford mengkritik deforestasi yang membuat hanya “18 persen hutan tersisa”.
“Tadi saya lihat langsung jalur illegal logging dan kebakaran hutan. Sungguh menghancurkan,” kata Ford.
Zulkifli merespons bahwa pemerintah masih dalam proses memperbaiki tata kelola hutan. Ia menyinggung konteks demokrasi yang “membuat semua orang bebas melakukan apa saja”, sebelum menegaskan bahwa pemerintah tetap berupaya mengatasi perusakan hutan.
Pertemuan itu berakhir ketika Ford menanyakan apakah Zulkifli siap kalah dalam “pertarungan menyelamatkan hutan”. “Ya,” jawab Zulkifli singkat, sebelum Ford meninggalkan ruangan.
Dampak kebijakan muncul kembali
Banjir dan longsor yang menewaskan ratusan orang di Sumatera sejak November 2025 kembali menempatkan perdebatan tata kelola hutan di ruang publik. Sejumlah komentar warganet mengaitkan skala kerusakan ekologis dengan kebijakan masa lalu.
Hingga kini, Zulkifli Hasan belum memberikan pernyataan baru menanggapi kritik yang kembali menguat tersebut.***




Tinggalkan Balasan