Melawan dengan Menulis Ulang Dunia
Melawan orientalisme digital tidak bisa dilakukan dengan marah, tapi dengan membangun narasi alternatif. Kita harus hadir — menulis, mencipta, dan memproduksi — bukan sekadar menjadi konsumen citra tentang diri kita sendiri. Karena algoritma hanya mengenali dunia dari apa yang kita perbincangkan.
Bayangkan jika lebih banyak film, artikel, dan karya digital yang menampilkan Timur sebagai pusat gagasan, bukan latar eksotik. Bayangkan jika AI dilatih dengan kisah dari Nusantara, Persia, India, dan Tiongkok — bukan hanya dari arsip Barat.
Barangkali, untuk pertama kalinya sejak ratusan tahun, dunia akan melihat Timur sebagaimana adanya: bukan bayangan, tapi sumber cahaya.
“Penjajahan hari ini bukan soal siapa yang memegang senjata, tapi siapa yang menulis narasi.” — Refleksi Edward Said, jika ia hidup di zaman algoritma.***



1 Komentar