Iran menegaskan kesiapan tempur melawan AS dan Israel hingga enam bulan ke depan dengan menyimpan rudal canggih yang mematikan.
KOSONGSATU.ID – Iran mengirimkan sinyal kuat kepada dunia bahwa mereka tidak akan mundur satu inci pun dalam konfrontasi bersenjata melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bahkan menegaskan kesiapan logistik dan mental pasukan mereka. Teheran mengklaim sanggup meladeni perang skala besar yang intens setidaknya hingga enam bulan ke depan.
Rahasia Dapur Militer: Kejutan Rudal Generasi Baru
Juru Bicara IRGC, Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini, membeberkan bahwa kekuatan militer Teheran saat ini berada dalam kondisi prima. Menariknya, ia juga membuka sedikit rahasia dapur militer Iran. Naini menyebut rentetan serangan rudal yang dunia saksikan sejauh ini barulah sebuah permulaan.
”Napas kami masih sangat panjang. Apa yang dunia lihat sejauh ini hanyalah penggunaan rudal generasi pertama dan kedua. Kami masih menyimpan stok rudal jarak jauh yang jauh lebih canggih dan mematikan untuk digunakan dalam beberapa hari mendatang,” tegas Naini, mengutip laporan Al Jazeera, Minggu (8/3/2026).
Bongkar Siasat Busuk AS: Skenario ‘Venezuela’ dan Disintegrasi
Beralih ke medan politik, Kepala Dewan Keamanan Iran, Ali Larijani, melontarkan analisis tajam terkait manuver luar negeri Washington. Ia menilai AS tengah berupaya menduplikasi skenario penggulingan kekuasaan ala Venezuela—yang pernah mereka terapkan terhadap rezim Nicolas Maduro—ke tanah Iran.
Namun, Larijani menganggap Washington telah salah perhitungan. “Persepsi mereka adalah situasinya akan semudah di Venezuela; menyerang, ambil kendali, dan selesai. Faktanya, sekarang mereka justru terjebak,” ujar Larijani, mengutip Tasnim.
Lebih jauh, tokoh senior ini memperingatkan bahwa agenda terselubung AS dan Israel bukan sekadar pergantian rezim (regime change). Ia merujuk pada kehancuran di Irak dan Afghanistan sebagai bukti nyata bahwa campur tangan Barat selalu bertujuan menghancurkan kedaulatan negara target.
”Tujuan utama mereka adalah disintegrasi Iran. Mereka takut pada kekuatan Iran sebagai sebuah entitas negara besar, sehingga memecah-belah kami lewat jalur kekacauan adalah prioritas utama mereka,” sambungnya secara gamblang.
Garis Merah dan Peringatan Keras untuk Negara Tetangga
Selain merapatkan barisan di dalam negeri, Iran juga menjaga ketat wilayahnya dari potensi gangguan pangkalan militer asing. Larijani menegaskan bahwa meskipun Teheran menjalin persahabatan erat dengan negara-negara tetangga, mereka memiliki garis merah yang pantang dilanggar.
Ia secara tegas memperingatkan negara-negara di kawasan Timur Tengah agar tidak bermain dua kaki. Jika ada negara yang memberikan izin bagi AS atau Israel untuk menggunakan pangkalan militer di wilayah mereka demi menyerang Iran, Teheran akan menganggapnya sebagai tindakan permusuhan terbuka.
”Ini adalah hak yang sah dan tidak dapat dinegosiasikan bagi kami untuk membalas. Negara-negara kawasan harus sadar bahwa mereka tidak bisa mengklaim berpihak pada Iran sambil tetap membiarkan pangkalan mereka digunakan untuk menghancurkan kami,” pungkas Larijani.
Alarm Keras bagi Timur Tengah
Rangkaian pernyataan tegas dari petinggi militer dan keamanan Iran ini memicu alarm tanda bahaya bagi stabilitas kawasan Timur Tengah. Teheran telah memberikan kepastian absolut: apabila musuh menggunakan pangkalan regional sebagai batu loncatan agresi, Iran akan membalas dengan hantaman balasan yang jauh lebih destruktif.***




Tinggalkan Balasan