Rumah Veteran Hampir Roboh di Pakal
Sri Winarti (54), janda dua anak, menempati rumah peninggalan mertua veteran TNI/Polri di Pakal. Kondisinya nyaris ambruk. Atap bocor, dinding retak, dan banjir tiap hujan. Hanya ruang tamu yang masih bisa dipakai sebagai kamar serbaguna untuk seluruh anggota keluarga.
“Miris, di saat pejabat negara menikmati kenaikan tunjangan, rumah veteran malah terbengkalai,” tutur Choi.

OPSHID Surabaya akhirnya sepakat membangunkan rumah baru untuk Sri Winarti. Pembangunan sempat terkendala dokumen kepemilikan yang mangkrak lebih dari 20 tahun, sehingga perombakan harus mengikuti tata letak lama.
Gotong Royong untuk Harapan Baru
Ketiga kisah ini menegaskan semangat gotong royong. OPSHID menegaskan program Rumah Syukur bukan proyek uang, melainkan gerakan sosial untuk membahagiakan sesama warga Shiddiqiyyah.
“Kami ingin hadirkan rumah yang tidak hanya layak huni, tapi juga layak harapan,” ujar Choi.

Program ini dilaksanakan serentak di berbagai daerah untuk menyambut 97 tahun Sumpah Pemuda dan kelahiran Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.***



Tinggalkan Balasan