Komoditas unggulan RI aman dari tarif tinggi, namun pasar domestik harus siap dibanjiri produk AS.
KOSONGSATU.ID—Indonesia mengambil langkah taktis untuk menyelamatkan ekspor komoditas unggulannya ke pasar Amerika Serikat. Rencana penandatanganan kesepakatan dagang minggu depan menjadi tameng pelindung bagi sektor perkebunan nasional.
Dalam draf Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang akan diteken Presiden Prabowo Subianto, empat sektor utama Indonesia mendapatkan prioritas. Sektor tersebut meliputi kelapa sawit (CPO), kakao, kopi, dan teh.
Kesepakatan ini memastikan produk-produk tersebut bisa masuk ke pasar Amerika dengan tarif 19 persen. Angka ini merupakan hasil negosiasi panjang untuk menurunkan ancaman tarif awal yang mencapai 32 persen.
Utusan Khusus Presiden untuk Perdagangan Internasional, Mari Elka Pangestu, menyebut negosiasi ini telah selesai. Kesepakatan ini dianggap sebagai jalan tengah terbaik untuk menjaga keseimbangan neraca dagang kedua negara.
“Kesepakatan ini mencerminkan pendekatan yang lebih seimbang terhadap hubungan perdagangan dan investasi,” kata Mari Pangestu dalam wawancara di sela-sela Indonesia Economic Summit pada 5 Februari 2026.
Menurutnya, perjanjian ini memungkinkan Indonesia mendapatkan akses pasar yang lebih luas. Namun, ia juga mengingatkan bahwa ini adalah kesepakatan timbal balik yang menuntut konsekuensi bagi pasar dalam negeri.
Barter Akses Pasar
Sebagai imbalan atas tarif preferensial tersebut, Indonesia harus membuka pintu lebar-lebar bagi produk Amerika. Pemerintah menyetujui penghapusan bea masuk untuk 99 persen produk AS yang masuk ke Indonesia.
Dua sektor industri Amerika yang paling diuntungkan adalah otomotif dan farmasi. Indonesia setuju menerima standar keselamatan kendaraan federal AS, yang selama ini berbeda dengan standar SNI atau standar Jepang yang umum dipakai.
Hal ini berpotensi mengubah peta persaingan industri mobil di tanah air. Konsumen akan memiliki lebih banyak pilihan, namun produsen lokal dan pemain lama harus bersiap menghadapi kompetisi yang lebih ketat.
Pihak Gedung Putih menyambut baik finalisasi perjanjian ini. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa kesepakatan ini akan menguntungkan pekerja Amerika sesuai janji kampanye Trump.
“Dalam beberapa minggu mendatang, Amerika Serikat dan Indonesia akan meresmikan Agreement on Reciprocal Trade untuk mengunci keuntungan bagi bisnis dan pekerja Amerika,” ungkap Leavitt dalam keterangan resminya yang dikutip kembali pada Februari 2026 ini.
Langkah berani pemerintah ini dinilai sebagai strategi “win-win solution” di tengah ketidakpastian ekonomi global. Mengamankan pasar ekspor tradisional seperti AS adalah prioritas mutlak demi menjaga devisa negara.***





1 Komentar