“Siswa-siswi MANPK melaksanakan seluruh kegiatan ini dengan menggandeng warga sekitar agar manfaatnya lebih terasa,” ujar Admiral.
Laboratorium Kehidupan bagi Para Santri
Pembina MANPK Surakarta, Cahyo Nur Pambudi, menilai kegiatan ini menjadi pengalaman penting bagi para santri untuk mempraktikkan ilmu yang mereka pelajari di madrasah.
Menurutnya, keterlibatan langsung di tengah masyarakat memberikan pengalaman nyata yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas.
“CDR menjadi ajang pembuktian nyata. Para santri bisa mempraktikkan langsung semua ilmu dan pembelajaran yang mereka dapatkan selama di ma’had kepada masyarakat luas,” kata Cahyo.
Melalui kegiatan tersebut, santri juga belajar memahami dinamika sosial masyarakat serta memperkuat kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.
Madrasah Unggulan dengan Persaingan Ketat
MANPK Surakarta dikenal sebagai salah satu madrasah unggulan di bawah Kementerian Agama yang memiliki tingkat peminat sangat tinggi setiap tahun.
Proses seleksi calon siswa dilakukan secara ketat melalui tes tertulis berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) serta wawancara dengan dewan guru.
Pada Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) 2026, tercatat 1.710 pendaftar bersaing memperebutkan 24 kursi untuk siswa dan 44 kursi untuk siswi.
Tingginya minat tersebut menempatkan MANPK Surakarta sebagai salah satu madrasah dengan jumlah pendaftar terbanyak di antara seluruh MANPK di Indonesia.
Melalui program Camping Dakwah Ramadan, madrasah ini tidak hanya menekankan prestasi akademik, tetapi juga mendorong lahirnya santri yang memiliki kepedulian sosial dan siap berkontribusi bagi masyarakat. ***




Tinggalkan Balasan