Sejumlah indikator yang menjadi sorotan meliputi penyerapan tenaga kerja lokal, keterlibatan perusahaan daerah dalam rantai pasok, realisasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada pengadaan barang dan jasa, program peningkatan kapasitas tenaga kerja Maluku, hingga dampak ekonomi bagi pelaku usaha di Kepulauan Tanimbar.

Hingga peresmian groundbreaking, pemerintah maupun pengembang belum mengumumkan target rinci mengenai jumlah tenaga kerja yang akan diserap selama masa konstruksi maupun saat proyek beroperasi. Persentase TKDN dan besaran peluang usaha bagi pelaku usaha lokal juga belum dipublikasikan dan diperkirakan akan disampaikan pada tahap pengadaan berikutnya.

Tonggak Baru Pengembangan Blok Masela

Pengembangan Blok Masela telah berlangsung hampir dua dekade sejak cadangan gasnya ditemukan. Pemerintah beberapa kali mengubah konsep pengembangan sebelum proyek akhirnya memasuki tahap konstruksi pada 2026.

Dengan dimulainya pembangunan, fokus pengawasan publik diperkirakan bergeser dari proses perizinan menuju pelaksanaan proyek di lapangan. Selain mengejar target produksi energi nasional, keberhasilan investasi senilai Rp342 triliun ini juga akan dinilai dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri dalam negeri, dan menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Maluku.***