“Mereka melaksanakan work from home untuk semua kantor pemerintah maupun swasta. 50 persen bekerja dari rumah, kemudian hari kerja mereka dipotong menjadi hanya empat hari,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah Pakistan juga melakukan pengurangan gaji pejabat negara, memotong penggunaan BBM kendaraan pemerintah, hingga menghentikan berbagai belanja negara yang tidak mendesak.
Refleksi Pengalaman Pandemi
Presiden menambahkan bahwa pengalaman saat pandemi Covid-19 menunjukkan pola kerja dari rumah mampu mengurangi mobilitas, kemacetan, serta konsumsi energi dalam jumlah besar.
“Dulu kita atasi Covid, dan kita berhasil. Kita mampu banyak bekerja dari rumah dengan efisien. Artinya, kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa contoh-contoh tersebut hanya menjadi bahan kajian bagi pemerintah Indonesia. Pemerintah akan membahas berbagai opsi efisiensi bersama para menteri dan kepala lembaga.
Persiapan Skenario Terburuk
Presiden meminta seluruh jajaran pemerintah mempersiapkan berbagai skenario sebagai langkah antisipasi jika situasi global memburuk. Meski demikian, ia menekankan agar tidak perlu panik.
“Kita tidak panik, tetapi kita juga tidak boleh terlalu lengah. Kita tidak boleh tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan paling buruk,” pungkasnya.
Pemerintah telah mengamankan sejumlah aspek fundamental, terutama terkait ketahanan pangan. Namun langkah antisipatif tetap perlu disiapkan untuk menghadapi kemungkinan tekanan pada sektor energi.***




Tinggalkan Balasan