Peluncuran dijadwalkan 19 Agustus 2026. Namun, pemerintah belum membuka lokasi dan luas tanam untuk mengejar target produksi 966 ribu ton pada 2029.
KOSONGSATU.ID — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah akan meluncurkan penanaman bawang putih di 17 provinsi pada 19 Agustus 2026. Program itu disiapkan untuk mengejar swasembada dalam tiga tahun di tengah dominasi pasokan impor.
“Kan besok tanggal 19, dipelopori oleh Pak Kapolri dan Mentan serta lainnya. Nanti Pak Presiden akan meluncurkan 17 provinsi untuk mulai tanam bawang putih,” kata Zulkifli di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli dalam konferensi pers Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2027.
Namun, pemerintah belum menyebutkan nama 17 provinsi itu. Luas lahan tahap pertama, target produksi setiap daerah, dan anggaran program juga belum diumumkan.
Ketiadaan angka tersebut membuat skala penanaman yang akan diluncurkan belum dapat dibandingkan dengan kebutuhan sekitar 106 ribu hektare dalam peta jalan swasembada bawang putih 2029.
Produksi Lokal Baru 55 Ribu Ton
Data Badan Pangan Nasional yang dimuat dalam Buletin Konsumsi Pangan Kementerian Pertanian mencatat produksi bawang putih domestik pada 2025 sebesar 55.660 ton.
Jumlah itu hanya menyumbang sekitar 7,75 persen dari total ketersediaan nasional. Pada tahun yang sama, impor diperkirakan mencapai 621.157 ton atau 86,45 persen dari ketersediaan.
Kebutuhan bawang putih sepanjang 2025 tercatat 654.308 ton. Dengan demikian, volume impornya setara sekitar 94,9 persen dari kebutuhan tahunan, meski sebagian pasokan juga berasal dari stok awal.
Impor bahkan meningkat dari 569.102 ton pada 2023 menjadi 609.001 ton pada 2024 dan 621.157 ton pada 2025.
Presiden Prabowo Subianto mengakui bawang putih masih menjadi salah satu komoditas yang bergantung pada pasokan luar negeri. Ia menargetkan ketergantungan tersebut dapat dihentikan dalam tiga tahun.
“Kita masih belum swasembada bawang putih. Kita berjuang agar dalam tiga tahun kita bisa mencapai swasembada bawang putih,” kata Prabowo dalam pidato kenegaraan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Target Produksi Melonjak pada 2029
Peta jalan Kementerian Pertanian menargetkan luas tanam bawang putih mencapai 106 ribu hektare pada 2029. Produksi untuk konsumsi ditargetkan sebesar 966 ribu ton.
Bila disandingkan dengan produksi domestik 2025, pemerintah harus menutup kesenjangan lebih dari 900 ribu ton dalam empat tahun. Namun, kedua angka itu perlu dibaca hati-hati karena data 2025 mencakup beberapa bentuk produksi, sedangkan sasaran 2029 disebut sebagai produksi konsumsi.
Target 966 ribu ton juga sekitar 45 persen lebih tinggi daripada estimasi kebutuhan nasional sebesar 667.943 ton per tahun. Pemerintah belum menjelaskan apakah selisih itu disiapkan untuk cadangan, kehilangan hasil, pertumbuhan konsumsi, atau kebutuhan lainnya.
Titik kritis lain berada pada penyediaan benih. Peta jalan pemerintah menargetkan produksi benih bertambah dari 11 ribu ton pada 2026 menjadi 120 ribu ton pada 2029.
Kementerian Pertanian sebelumnya menyiapkan pembibitan seluas 5.000 hektare melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026. Badan usaha milik negara dan swasta diharapkan ikut mengembangkan sekitar 20 ribu hektare.
Biaya pembibitan diperkirakan mencapai Rp120 juta per hektare, termasuk sekitar Rp75 juta untuk benih. Dengan kebutuhan lahan sekitar 100 ribu hektare, penggandaan benih dinilai tidak dapat diselesaikan dalam satu musim tanam.
“Sehingga swasembada ini tidak bisa kemudian dalam waktu satu tahun jadi,” kata Sudaryono, saat masih menjabat Wakil Menteri Pertanian pada 17 Juni 2026.***






Tinggalkan Balasan