Dari segi linguistik, sistem dipastikan konsisten secara fonetik agar logis dan mudah dipelajari masyarakat. Melansir detikcom, sistem abugida juga dipertahankan, di mana setiap karakter dasar konsonan memiliki vokal bawaan “/a/” yang dapat diubah menggunakan tanda baca atau diakritik khusus.
Sebelumnya, uji coba keterbacaan dan kemudahan menulis telah dilakukan pada Juni 2025 dengan melibatkan 20 guru dan pegiat aksara. Selain itu, sistem penulisan ini juga mulai diadaptasi ke ranah digital agar dapat diketik melalui perangkat komputer dan laptop.
”Kendati demikian, saat ini penerapan sistem ketik dan pembacaan teks untuk gawai seperti ponsel pintar dan tablet masih dalam proses penyempurnaan,” tutur Sultan.***
Halaman



Tinggalkan Balasan