Tradisi tersebut bukan sekadar pembagian sembako, melainkan upaya menjaga silaturahmi berkelanjutan. OPSHID menegaskan bahwa kegiatan ini berakar dari arahan Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Syekh Muchammad Muchtarullohil Mujtaba Mu’thi.

Fokus Pendampingan Pasca-Pembangunan

Program ini menyasar penerima manfaat Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah (RSLHS) di wilayah Madiun. OPSHID menilai pembangunan rumah hanyalah langkah awal, sementara pendampingan sosial menjadi fokus utama setelahnya.

Rekam jejak kegiatan serupa pada 2023 di Kelurahan Manisrejo menunjukkan komitmen organisasi untuk terus mendampingi warga meski pembangunan rumah telah selesai.

Enam Titik Distribusi Bantuan

Pada Ramadhan tahun ini, OPSHID menargetkan enam lokasi di Kota dan Kabupaten Madiun. Rinciannya meliputi:

  • Dua titik di Dukuh Taro’an, Desa Bukur, Kecamatan Jiwan.
  • Satu titik di Kelurahan Manisrejo, Kota Madiun.
  • Satu titik di Kelurahan Munggut, Kabupaten Madiun.
  • Satu titik di Desa Pilangrejo, Kabupaten Madiun.
  • Satu titik di Desa Tempursari, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Seluruh titik distribusi merupakan tempat tinggal warga penerima RSLHS yang sebelumnya telah menerima fasilitas rumah layak huni.

Dampak bagi Masyarakat

Bantuan berupa bingkisan Ramadhan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar keluarga penerima. OPSHID menilai langkah ini akan membantu warga menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang.

Dalam jangka pendek, distribusi logistik diyakini mampu meningkatkan ketahanan keluarga rentan. Sementara dalam jangka panjang, tradisi Sambung Roso diharapkan memperkuat ikatan sosial antara organisasi dan masyarakat.***