Selama 45 hari memimpin, Nanik melakukan evaluasi marathon terhadap hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Hasilnya, BGN mengelompokkan sekitar 3.000 dapur penyedia ke dalam tingkatan mutu A, B, dan C berdasarkan kelayakan serta standar keamanan pangan.
Langkah tegas Nanik adalah menutup 414 unit SPPG bermasalah. Keputusan ini berhasil menghentikan potensi kebocoran anggaran hingga ratusan miliar rupiah. Ia juga menerapkan moratorium pembangunan unit dapur baru di kawasan yang sudah jenuh.
Tetap Terlibat Lewat Dewan Pengawas
Meski melepas jabatan eksekutif, kiprah Nanik di program MBG belum berakhir. Presiden Prabowo berencana membentuk Dewan Pengawas BGN dan meminta Nanik menduduki posisi Ketua Dewan Pengawas agar tetap bisa mengawal tata kelola tanpa terbebani operasional harian.***



Tinggalkan Balasan