​Terdapat pula ornamen padma yang bermakna kemurnian serta ukiran ukel melengkung pada jurai atap. Selain itu, relief berbentuk medali dengan motif flora geometris lazim menempel menghiasi dinding kompleks hunian kalangan atas.

​Sistem Pengelolaan Air (Hidrologi)

​Peradaban Nusantara ini merancang manajemen tata kelola air yang sangat terukur. Ekskavasi di Situs Petirtaan Sumberbeji membuktikan keahlian ahli konstruksi kuno membangun kolam pemandian suci dengan jaringan hidrologi kompleks.

​Infrastruktur sumber daya air tersebut memegang fungsi ganda bagi kelangsungan peradaban. Aliran air dimanfaatkan sebagai sarana ritual spiritual sekaligus mengairi lahan pertanian untuk menopang ketahanan pangan ibu kota kerajaan.

​Pelestarian dan Standarisasi Modern

​Kini, upaya merawat warisan budaya tersebut menghadapi tekanan berat dari masifnya ekspansi perumahan. Merespons situasi ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto mulai mengadopsi langgam arsitektur Majapahit untuk gedung pemerintahan.

​Inisiatif ini menggunakan material lokal berkelanjutan guna membangkitkan identitas kultural daerah. “Kualitas tanah liat zaman dulu jauh lebih bagus dan proses pembakarannya matang sempurna,” kata Anis menanggapi ketahanan bata kuno tersebut.***


​Daftar Pustaka:

  • ​Laporan Arkeologi Situs Grogol, Trowulan (Keramik Kuno, Artefak Terakota, Koin Kepeng).
  • Kajian Konstruksi Majapahit (Teknologi Umpak Batu Andesit dan Bata Gosok).
  • Filosofi Arsitektur Tri Loka dan Surya Majapahit.
  • ​Jurnal Hidrologi Kuno (Situs Petirtaan Sumberbeji).
  • Arsip Pemberitaan Media Cetak/Daring Daerah Mojokerto (Wawancara BPK Jatim & Pemerhati Budaya, 2023-2024).