Kritik ini muncul saat Amerika Serikat dan Iran baru saja menyelesaikan putaran pertama negosiasi di Bürgenstock, Swiss, Senin (22/6/2026). Pertemuan yang melibatkan Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf itu menyusun kerangka kesepahaman awal.

Dian menyarankan Indonesia segera menunjukkan iktikad baik dengan memanfaatkan momentum damai tersebut, termasuk membuka kembali koridor energi di Selat Hormuz. Langkah konkret yang diusulkan adalah pertukaran pembebasan kapal tanker secara timbal balik.

“Karena itu akan membantu kita membebaskan dua kapal tanker kita yang ditahan,” pungkas Dian.

Untuk mengamankan pasokan minyak mentah dan menjaga wibawa diplomasi di Timur Tengah, Jakarta dinilai perlu memulihkan hubungan dengan Teheran melalui kebijakan yang lebih mandiri. ***