Kawasan Asia Pasifik diperkirakan akan mencatat pertumbuhan tertinggi dalam pasar wellness tourism global, dengan angka sekitar 32 persen — jauh melampaui rata-rata dunia. Indonesia, dengan posisi geografis dan kekayaan tradisi penyembuhannya, memiliki semua bahan untuk menjadi pemain utama dalam gelombang ini.
Yang menarik bukan hanya angka-angkanya. Yang menarik adalah apa yang dikatakan oleh perubahan ini tentang kita — tentang betapa lelahnya manusia modern, dan betapa panjangnya perjalanan yang kita rela tempuh hanya untuk duduk diam, bernapas, dan tidak melakukan apa-apa.
Mungkin itulah kemewahan sesungguhnya di abad ini: bukan meja di restoran berbintang Michelin, bukan foto di puncak gunung yang viral. Melainkan sepetak keheningan — dan cukup keberanian untuk memilihnya.***



Tinggalkan Balasan