Kiai Said Aqil Siroj bersama 14 ormas LPOI dukung Iran hadapi Israel. Ia mendoakan Iran dan sebut zionis musuh bersama.


KOSONGSATU. ID – Kiai Said Aqil Siroj bersama 14 ormas LPOI dukung Iran hadapi Israel. Ia mendoakan Iran dan sebut zionis musuh bersama.

​Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), KH Said Aqil Siroj menerima kunjungan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Pertemuan penting ini berlangsung di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Jakarta Selatan, pada Jumat (17/04/2026).

​Di hadapan ratusan santri, Kiai Said secara simbolis menyerahkan sebilah keris pusaka kepada Dubes Boroujerdi. Penyerahan pusaka ini melambangkan eratnya persahabatan serta tingginya solidaritas antara kedua bangsa.

​Zionis Sebagai Musuh Bersama Umat Islam

​Kiai Said yang akrab disapa Buya ini secara tegas menyuarakan dukungan penuh 14 organisasi kemasyarakatan Islam yang tergabung dalam LPOI terhadap Iran. Ia menyoroti ancaman nyata yang muncul dari tindakan militer Israel dan Amerika Serikat (AS).

​Lebih lanjut, Kiai Said merujuk pada pernyataan kontroversial Menteri Perang AS, Pete Hegseth, yang secara terang-terangan menyebut Islam—baik Sunni maupun Syiah—sebagai musuh mereka. Mengingat ancaman tersebut tidak membedakan golongan, Kiai Said menyimpulkan bahwa umat Islam harus bersatu dan menyadari siapa musuh sebenarnya.

​“Dikatakan oleh Menteri Perang Amerika musuh itu adalah Islam, Sunni atau Syiah. Tidak pandang bulu kan? Maka kita boleh menganggap musuh kita adalah Zionis,” tegas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah tersebut.

​Kiai Said menilai bangsa Iran saat ini sedang berdiri di garis depan untuk berjuang melawan kebatilan, kejahatan, serta kezaliman yang Israel dan Amerika Serikat lakukan.

​Doa dan Dukungan Moral untuk Iran

​Sebagai bentuk dukungan nyata, LPOI telah mengirimkan surat terbuka langsung kepada pemimpin Iran, Mojtaba Khamenei. Surat ini memuat dukungan moral sekaligus doa dari umat Islam Indonesia agar Iran segera meraih kemenangan.

​“Kita mendukung Iran sepenuhnya dengan doa, dengan moral. Berdoa mudah-mudahan bangsa Iran diberi kekuatan lahir batin dan kemenangan. Karena musuh di dunia adalah Israel dan Yahudi,” jelas Kiai Said.

​Dukungan spiritual dan moral ini mempertegas posisi LPOI yang tidak sekadar bersimpati, tetapi secara aktif memohonkan ketahanan lahir dan batin bagi bangsa Iran dalam menghadapi tekanan militer.

​Apresiasi Iran dan Peluang Negosiasi

​Menanggapi besarnya dukungan dari LPOI, Dubes Mohammad Boroujerdi menyampaikan apresiasi yang mendalam. Ia berterima kasih atas keberanian Kiai Said serta belasan ormas Islam yang berani berdiri mendampingi Iran di tengah situasi perang yang tidak seimbang ini.

​“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia karena menyampaikan dukungannya kepada kami. Indonesia selama ini telah menunjukkan bahwa mereka selalu hadir di sisi yang benar dari sejarah,” ungkap Boroujerdi.

​Ia juga mengonfirmasi bahwa surat dukungan LPOI telah pemerintah Iran teruskan kepada para pemimpin tertinggi, termasuk Masoud Pezeshkian, sebagai penanda kuatnya solidaritas lintas negara.

​Meski ketegangan geopolitik masih memanas, Boroujerdi mengungkapkan bahwa ruang diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Ia menyebut proses negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat saat ini masih berjalan.

​“Negosiasi kami dengan Amerika masih berlanjut. Jika mereka menerima syarat-syarat kami dan belajar dari kesalahan, maka kesepakatan bisa dicapai,” pungkasnya.

​Pertemuan antara Kiai Said Aqil dan Dubes Iran ini semakin menegaskan posisi strategis kelompok Islam di Indonesia dalam merespons dinamika geopolitik Timur Tengah.

Melalui penyerahan keris dan lantunan doa, LPOI menggarisbawahi bahwa zionisme merupakan ancaman nyata bagi dunia Islam, sembari tetap membuka ruang bagi terciptanya perdamaian dunia yang berkeadilan. ***