Di tengah tarik-menarik anggaran negara, Presiden Prabowo Subianto menegaskan satu garis batas: program makan bergizi gratis tidak boleh diganggu.
Oleh: Firdaus Andre | Penulis KosongSatuID
Keputusan itu disampaikan Prabowo dengan nada yang tidak biasa dalam forum terbuka terkait kebijakan publik—tegas, personal, dan nyaris emosional.
Prabowo tidak hanya berbicara sebagai kepala negara yang menjaga prioritas fiskal, tetapi juga sebagai pemimpin yang mengaitkan kredibilitas politiknya dengan keberlanjutan satu program sosial.
“Saya pertaruhkan kepemimpinan saya,” ujarnya dalam diskusi dengan jurnalis di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 19 Maret 2026—menandai bobot politik yang kini melekat pada program makan bergizi gratis (MBG).
Pernyataan tersebut muncul di tengah perdebatan mengenai efisiensi anggaran dan kebutuhan untuk mengalokasikan ulang belanja negara.
Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah memang menghadapi tekanan untuk menyeimbangkan antara program prioritas, subsidi, serta dampak gejolak global terhadap ekonomi domestik. Namun, bagi Prabowo, MBG bukan sekadar program—ia adalah simbol arah kebijakan.
Program Sosial sebagai Pilar Politik
Program makan bergizi gratis menjadi salah satu janji kampanye utama Prabowo. Ia dirancang untuk menjangkau jutaan anak sekolah dan kelompok rentan, dengan tujuan memperbaiki kualitas gizi sekaligus meningkatkan produktivitas jangka panjang. Dalam logika pembangunan, program ini ditempatkan sebagai investasi manusia—bukan sekadar belanja konsumtif.
Namun, di balik narasi tersebut, tersimpan realitas fiskal yang kompleks. Anggaran MBG diperkirakan membutuhkan dana besar setiap tahun, yang secara otomatis bersaing dengan kebutuhan lain seperti infrastruktur, subsidi energi, hingga pembiayaan utang. Di sinilah perdebatan mulai menguat: apakah negara mampu mempertahankan semua prioritas sekaligus?
Prabowo tampaknya memilih menjawab pertanyaan itu dengan pendekatan politik yang langsung. Ia tidak membuka ruang kompromi. Bagi dia, mengganggu MBG berarti mengganggu fondasi arah pemerintahannya sendiri.




0 Komentar