Otoritas Malaysia menyatakan 23 orang berhasil diselamatkan setelah ditemukan terapung di laut oleh kapal nelayan setempat. Namun hingga kini, 14 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian intensif.
Operasi Pencarian Berlanjut
Direktur Maritim Perak Mohamad Shukri Khotob mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan sejak Senin pagi. Tim gabungan dikerahkan untuk menyisir area perairan tempat kapal dilaporkan tenggelam.
Otoritas belum mengungkap penyebab pasti kapal terbalik. Namun jalur laut Indonesia-Malaysia selama ini dikenal rawan kecelakaan karena banyak digunakan untuk pengiriman pekerja migran ilegal menggunakan kapal kecil dengan kapasitas terbatas.
Mengutip Reuters, aktivis migran memperkirakan sekitar 100 ribu hingga 200 ribu warga Indonesia setiap tahun menempuh jalur berbahaya tersebut untuk bekerja di Malaysia.
Jalur Laut Ilegal Kembali Disorot
Insiden ini kembali menyoroti praktik penyelundupan manusia dan lemahnya pengawasan jalur laut tidak resmi di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
APMM sebagai otoritas penjaga pantai Malaysia menyatakan operasi SAR akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan.
Kementerian Luar Negeri RI hingga kini masih melakukan koordinasi dengan otoritas Malaysia terkait identitas para korban dan penanganan warga negara Indonesia yang selamat.***




Tinggalkan Balasan