Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memperingatkan bahwa “persembunyian” Amerika Serikat di Uni Emirat Arab (UEA) menjadi target sah, setelah AS menyerang Pulau Kharg.
KOSONGSATU.ID—Dalam perkembangan terbaru perang Iran, Sabtu (14/3/2026), IRGC menyampaikan pesan tegas kepada UEA. Menurut laporan Al Jazeera, IRGC menyatakan bahwa “persembunyian” AS di wilayah UEA kini dianggap sebagai “target sah”.
Pernyataan ini merupakan respons langsung atas serangan AS yang menghantam Pulau Kharg, sebuah pulau strategis di lepas pantai barat daya Iran yang menjadi fasilitas ekspor minyak utama.
Sementara Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasukan AS “menghancurkan” target militer Iran di pulau tersebut.
Trump: Infrastruktur Minyak Bisa Jadi Sasaran Berikutnya
Trump juga memperingatkan bahwa infrastruktur minyak Iran dapat menjadi sasaran serangan berikutnya. Pernyataan ini meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut, yang dapat mengganggu pasokan energi global.
Pulau Kharg selama ini memainkan peran vital dalam ekspor minyak Iran. Serangan terhadap fasilitas ini berpotensi melumpuhkan kemampuan ekspor Teheran dan memperparah ketegangan di kawasan Teluk yang sudah memanas.
Eskalasi di Tengah Perang yang Meluas
Ancaman IRGC terhadap UEA menunjukkan meluasnya cakupan konflik. UEA selama ini menjadi tuan rumah bagi sejumlah fasilitas militer AS dan telah beberapa kali menjadi sasaran serangan proksi Iran sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026.
Peringatan ini juga menegaskan bahwa negara-negara Teluk yang menjadi sekutu AS berisiko terseret lebih dalam ke dalam pusaran konflik. IRGC tampaknya ingin memastikan bahwa setiap negara yang memfasilitasi kehadiran militer AS akan menanggung konsekuensinya.***



Tinggalkan Balasan