Dalam rilis tersebut, Iran turut memaparkan sejarah panjang permusuhan dengan Amerika Serikat.
Mereka menyinggung kudeta 1953, dukungan terhadap Saddam Hussein dalam perang delapan tahun, penembakan pesawat Airbus pada 1988, pembunuhan komandan militer senior pada 2020, hingga serangan terhadap fasilitas nuklir pada Juni 2025.
Kedubes Iran menilai rangkaian peristiwa itu sebagai bagian dari pola tekanan yang telah berlangsung selama tujuh dekade.***
Halaman



0 Komentar