Iran mengancam bakal menyulap wilayahnya jadi ladang pembantaian jika tentara AS nekat invasi.


KOSONGSATU.ID – Pemerintah Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Teheran mengancam akan mengubah wilayahnya menjadi ladang pembantaian bagi pasukan Paman Sam. Hal ini berlaku jika Presiden Donald Trump nekat memerintahkan invasi darat.

Panglima Angkatan Darat Iran Mayor Jenderal Amir Hatami melontarkan gertakan tersebut. Melalui siaran televisi pemerintah IRIB pada Kamis, 2 April 2026, ia memastikan seluruh pasukannya kini dalam status siaga penuh.

“Jika musuh mencoba operasi darat, tidak seorang pun boleh selamat,” tegas Amir Hatami dengan nada dingin. Komando operasional Iran kini mendapatkan instruksi khusus untuk memantau setiap jengkal pergerakan militer Amerika Serikat.

Skenario Perang Berdarah Pentagon

Ancaman Teheran muncul setelah adanya laporan rahasia dari Pentagon. Laporan tersebut mengungkap bahwa Amerika Serikat sedang mematangkan rencana invasi darat ke Iran. Ribuan personel tambahan kabarnya telah dikerahkan ke Timur Tengah.

Strategi militer Amerika Serikat diduga akan menyasar titik-titik vital. Target utamanya meliputi Pulau Kharg yang menjadi urat nadi ekspor minyak serta wilayah strategis di sekitar Selat Hormuz untuk menguasai jalur energi global.

Pejabat militer Amerika Serikat mengakui bahwa fase ini akan jauh lebih berdarah. Perang darat diprediksi akan menelan lebih banyak korban jiwa dibandingkan dengan gempuran udara yang terjadi selama sebulan pertama pertempuran.

Dampak Serangan Balasan Iran

Konflik besar ini sebenarnya sudah meledak sejak akhir Februari lalu. Koalisi Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara masif yang menewaskan lebih dari 1.340 orang. Insiden itu turut menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Iran membalas dengan menghujani pangkalan militer Amerika Serikat menggunakan ratusan drone dan rudal balistik. Serangan balasan ini menyasar wilayah Israel, Yordania, hingga Irak sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan negara.

Sejauh ini tercatat 13 tentara Amerika Serikat tewas dan lebih dari 300 lainnya luka-luka. Peperangan ini juga sukses mengacaukan ekonomi dunia, merusak rute penerbangan, hingga memicu krisis energi berskala internasional.

Hatami menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa keamanan harus tegak untuk semua pihak. Teheran memberikan sinyal kuat tidak akan mundur selangkah pun demi mempertahankan keutuhan wilayahnya dari serangan asing.***