Anjloknya reputasi AS bermula dari memuncaknya kemarahan publik atas serangkaian kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump. Masyarakat global mengkritik tajam ketegangan Washington dengan sekutu NATO, pemberlakuan tarif dagang yang agresif, polemik terkait Greenland, dan pemotongan bantuan militer untuk Ukraina. Selain itu, keterlibatan aktif AS dalam konflik bersama Israel melawan Iran semakin memperburuk sentimen tersebut.
Dunia kini menatap Amerika Serikat bukan lagi sebagai pelindung, melainkan sebagai salah satu ancaman global utama yang posisinya berada tepat di belakang Rusia dan Israel.
Pergeseran sentimen dalam survei Nira Data 2026 mengirimkan pesan tegas dari komunitas internasional. Ketika kebijakan suatu negara mengabaikan nilai kemanusiaan dan merusak stabilitas global, opini publik dunia tidak akan segan mencabut rasa simpati dan kepercayaan mereka. Di era keterbukaan informasi, citra sebuah negara tidak lagi ditentukan oleh narasi sepihak, melainkan oleh aksi nyata mereka di lapangan.***



Tinggalkan Balasan