Pemerintah memprediksi arus balik Lebaran 1447 H akan mencapai puncak dalam dua gelombang pada 24 Maret serta 28-29 Maret 2026. Sejumlah rekayasa lalu lintas seperti one way nasional, contraflow, dan diskon tarif tol disiapkan untuk mengurai kepadatan.
KOSONGSATU.ID—Berdasarkan data dari Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, dan PT Jasa Marga, puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi dalam dua gelombang.
Gelombang pertama diperkirakan pada Selasa (24/3/2026) sebagai puncak utama, sedangkan gelombang kedua pada akhir pekan 28-29 Maret 2026.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam evaluasi Operasi Ketupat 2026 menyebutkan bahwa puncak arus balik akan terjadi pada 24-25 Maret 2026 serta 28-29 Maret 2026. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga mengimbau pemudik untuk menghindari tiga tanggal puncak tersebut.
Volume Kendaraan Meningkat 27 Persen
PT Jasa Marga mencatat hingga 22 Maret 2026, sebanyak 2,2 juta kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek sejak H-10 hingga H+1 Lebaran (11-22 Maret 2026). Angka ini meningkat 27,1 persen dibandingkan kondisi normal.
Total proyeksi pemudik yang telah meninggalkan Jakarta mencapai 56,9 persen atau sekitar 2.007.253 kendaraan. Arah pergerakan terbanyak menuju Timur (Trans Jawa dan Bandung) sebesar 55 persen, sementara arah Barat (Merak) dan Selatan (Puncak) juga mengalami peningkatan.
Per Senin (23/3/2026) pukul 17.00 WIB, kendaraan yang masuk Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, tercatat 29.127 unit, sementara yang keluar 17.812 unit. Volume per jam berkisar 1.500-3.000 kendaraan, dengan puncak 2.700 kendaraan per jam pada pukul 14.00-15.00 WIB.
Arus masuk Jakarta pada Minggu (22/3/2026) pukul 06.00-22.00 WIB mencapai 122.994 kendaraan, turun 3,66 persen dibanding kondisi normal tetapi naik 3,73 persen dibanding tahun 2025.
‘One Way’ Nasional Mulai 24 Maret
Korlantas Polri akan menerapkan sistem one way nasional dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikampek. Pemberlakuan dimulai Selasa (24/3/2026) setelah diresmikan oleh Menteri Perhubungan.
Sejak Senin (23/3) pukul 16.00 WIB, one way telah diberlakukan secara bertahap dari Brebes Barat hingga Cikampek. Kapolrestabes Semarang Brigjen Syahduddi menyatakan bahwa one way nasional akan diresmikan pada Selasa besok.
Selain one way, kepolisian juga menyiapkan contraflow di ruas Jakarta-Cikampek dan Jagorawi, serta sistem buka-tutup jalur fungsional seperti di Tol Bocimi Seksi 3 yang dioperasionalkan pukul 07.00-17.00 WIB.

Diskon Tol 30 Persen dan WFA untuk Urai Kepadatan
Pemerintah menyediakan diskon tarif tol sebesar 30 persen pada 26-27 Maret 2026 di 25 ruas tol di Jawa dan Sumatra. Kebijakan ini diberikan sebagai insentif bagi pemudik yang memilih kembali lebih awal atau setelah puncak arus balik.
Masyarakat juga diimbau memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 25-27 Maret 2026 untuk mengatur waktu perjalanan pulang. Pembatasan operasional angkutan barang (truk sumbu tiga) tetap berlaku hingga 29 Maret 2026 untuk mengurangi kepadatan di jalur utama.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengimbau masyarakat menghindari waktu puncak arus balik. “Kami prediksi tiga hari tersebut (24, 28, dan 29 Maret) akan menjadi puncak arus balik Lebaran 2026. Kami imbau masyarakat untuk menghindari waktu puncak arus balik tersebut agar pelayanan arus mudik berjalan aman, nyaman, dan berkeselamatan,” ujarnya.
Kecelakaan Turun 24,6 Persen
Berdasarkan evaluasi Operasi Ketupat 2026, jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat 1.259 kasus, turun 3,23 persen dari 1.301 kasus di tahun 2025. Korban meninggal juga menurun 24,61 persen dari 191 jiwa menjadi 144 jiwa.
Dalam laporan harian 21-22 Maret 2026, terjadi 292 insiden kecelakaan dengan korban meninggal 8 orang, luka berat 60 orang, luka ringan 489 orang, serta kerugian materiil Rp206 juta.
Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026 Kombes Pol Marupa Sagala mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan arus balik dengan baik. “Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik dengan baik agar tidak terjebak penumpukan. Tetap utamakan keselamatan agar momen Idulfitri ini tetap aman, lancar, dan penuh kebahagiaan,” katanya.
Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono juga mengingatkan volume kendaraan masih sangat tinggi bahkan hingga H+1 Lebaran. “Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar mengatur waktu perjalanan kembali dan tidak menumpuk di puncak arus balik,” ujarnya.
Masyarakat diimbau terus memantau informasi terkini melalui aplikasi Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) dan kanal resmi kepolisian, serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.***





0 Komentar