“Tapi kemarin siang saya bicara dengan Wakil Ketua DPR RI, kalau Rp1,5 juta tidak cukup. Karena anggarannya sekitar Rp4,6 triliun,” kata Abdul Wachid saat melakukan kunjungan kerja di Kota Semarang, Rabu, 24 Juni 2026.
Jawa Tengah Antisipasi Validasi Data
Langkah intervensi anggaran dari pusat ini disambut optimis di tingkat daerah, guna menutup celah keterbatasan kapasitas APBD. Selama ini, skema perlindungan sosial bagi guru madrasah lewat dana lokal belum mampu menyentuh seluruh pihak secara merata.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengingatkan perlunya percepatan sinkronisasi data komprehensif antara kantor wilayah keagamaan dengan instansi terkait. Proses validasi berlapis dinilai mendesak agar penyaluran dana subsidi upah tersebut tepat sasaran.
Tantangan pembiayaan ini tergolong besar mengingat besarnya porsi tenaga kontrak di sektor pendidikan agama. Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab mencatat total guru madrasah di wilayahnya mencapai 107.904 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 81 persen di antaranya berstatus sebagai guru honorer.***



Tinggalkan Balasan