Rekaman terakhir Khamenei muncul beberapa jam sebelum ia gugur dalam serangan AS-Israel.
KOSONGSATU.ID – Media Iran merilis rekaman CCTV terakhir Ali Khamenei yang diambil pada pukul 09.40 pagi, 1 Maret 2026. Gambar itu diambil hanya beberapa jam sebelum ia gugur dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Rekaman tersebut dipublikasikan melalui banyak akun X (sebelumnya Twitter) yang terafiliasi dengan Iran. Dalam gambar itu, Khamenei terlihat sedang membaca Al-Quran di dalam ruangan pribadinya.
🇮🇷 Iranian state media has released the last CCTV image of Supreme Leader Ali Khamenei, captured at 9:40 AM on March 1st, hours before he was killed in the U.S.-Israeli strike.
He is reading the Quran. On the table beside him,a framed portrait of Qasem Soleimani, the commander… pic.twitter.com/2uJR7VaS7c
— DD Geopolitics (@DD_Geopolitics) March 27, 2026
Di atas meja di sampingnya, tampak bingkai foto Qasem Soleimani. Sosok komandan militer Iran itu diketahui memiliki kedekatan emosional dengan Khamenei.
Sementara itu, di rak belakang ruangan terlihat foto Ruhollah Khomeini, pendiri Revolusi Iran yang menjadi figur sentral dalam perjalanan politik Khamenei.
Rekaman Terakhir Sebelum Serangan
Keterangan yang menyertai unggahan itu menegaskan sikap Khamenei sepanjang hidupnya. Ia disebut tetap teguh dalam keyakinannya hingga akhir.
“Ia tidak tunduk. Ia tidak menukar apa yang ia yakini sebagai hal yang sakral,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Foto ini menjadi dokumentasi visual terakhir sebelum serangan pada 28 Februari 2026. Peristiwa itu menandai dimulainya perang terbuka antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
Kepemimpinan dan Suksesi
Khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan Ruhollah Khomeini.
Selama 35 tahun, ia memimpin Iran melewati berbagai fase krisis. Mulai dari perang Iran-Irak, tekanan sanksi internasional, hingga operasi pembunuhan terhadap ilmuwan nuklir dan pejabat militer Iran.
Pasca wafatnya, posisi kepemimpinan kini dipegang oleh Mojtaba Khamenei. Ia mengambil alih kendali negara di tengah situasi perang yang masih berlangsung.***





Tinggalkan Balasan