Kematangan batin akan memunculkan karakter yang sepi hawa. Jiwanya bebas dari gejolak amarah maupun nafsu duniawi. Seseorang tidak lagi menutupi kekurangan dengan mengandalkan status sosial orang tua atau ngendelken yayah-wibi.
Kemandirian dan Kedewasaan Spiritual
Proses pembersihan jiwa harus dimulai dengan mingkar mingkuring angkara. Seseorang dituntut sanggup menghalau sifat loba yang memicu kompetisi simbolik. Tujuannya agar harga diri tidak ditentukan persepsi semu orang lain.
Kedewasaan spiritual menumbuhkan kemandirian dan penerimaan diri yang utuh. “Seseorang yang bijak akan tetap merasa bahagia meskipun dianggap bodoh atau bungah ingaran cubluk,” tegasnya.
Individu diajak mengalihkan energinya untuk memberi kenyamanan bagi sesama atau amemangun karyenak tyasing sasama. “Carilah ngèlmu kang nyata yang memberikan ketenteraman hati, bukan sekadar pujian,” pesan Mangkunegara IV. ***



Tinggalkan Balasan