Ueno juga memperkenalkan konsep solidaritude, perpaduan antara kesendirian (solitude) dan solidaritas (solidarity). Melalui konsep ini, laut dipandang sebagai jembatan yang menghubungkan ekosistem dan arus kebudayaan, bukan sebagai batas pemisah.

Sebelumnya, Peneliti Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas (PRBSK) BRIN, Derri Ris Riana, menegaskan tradisi lisan dan praktik budaya masyarakat kepulauan bukan sekadar warisan masa lalu. Pengetahuan lokal harus diadaptasi untuk menghadapi krisis iklim maupun tekanan industri besar.

“Pengetahuan lokal ini harus terus diperbarui dan diadaptasi agar bisa menjadi alat bagi masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim maupun tekanan industri besar,” ujar Derri.

Amelia Burhan, Ketua Program Studi Pascasarjana Asia Tenggara dan Asia Timur FIB UI, menilai pola pikir kepulauan krusial agar pembangunan masa depan selaras dengan alam.

“Kita membuka ruang bagi keberagaman dan melihat hubungan antarpulau atau wilayah meskipun memiliki perbedaan yang tajam,” kata Ueno.***