Banjir melanda 12 wilayah di Jawa Tengah sepanjang Januari 2026 dengan dampak luas bagi warga.


KOSONGSATU.ID—Bencana banjir melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah sepanjang Januari 2026. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 12 kabupaten/kota terdampak dengan ketinggian air bervariasi dan dampak signifikan terhadap permukiman warga.

Di Kabupaten Demak, banjir terjadi sejak 8 Januari 2026. Sebanyak 16.573 jiwa dan 5.181 rumah terdampak, dengan genangan 10–65 sentimeter.

Di Kabupaten Kudus, banjir sejak 9 Januari 2026 merenggut dua korban jiwa. BNPB mencatat 47.050 jiwa terdampak, 2.178 mengungsi, serta 7.273 rumah terendam dengan ketinggian air 5–30 sentimeter.

Genangan Tinggi dan Gangguan Aktivitas

Banjir di Kabupaten Batang terjadi sejak 16 Januari 2026 dan belum sepenuhnya surut di sejumlah titik. Ketinggian air mencapai 100 sentimeter, berdampak pada 15.184 jiwa dan 2.800 rumah.

Sementara di Kabupaten Pekalongan, banjir yang terjadi pada 16 Januari 2026 berangsur surut. Meski genangan hanya sekitar 30 sentimeter, banjir sempat mengganggu lalu lintas jalan raya hingga perjalanan kereta api di petak Pekalongan.

Wilayah Pantura dan Pegunungan Terdampak

Di Kabupaten Pati, banjir terjadi sejak 9 hingga 18 Januari 2026 dengan 20.000 warga terdampak dan 10.700 rumah terendam.
Kabupaten Kendal mencatat 25.239 jiwa terdampak sejak 15 Januari 2026 dengan genangan 5–40 sentimeter.

Banjir di Pati. – Istimewa

Sementara Kabupaten Pemalang mengalami banjir bandang sejak 16 Januari 2026 dengan ketinggian air hingga 150 sentimeter, menelan korban jiwa dan merendam hampir 3.000 rumah di empat desa.

Kota dan Daerah Lain

Di Kota Pekalongan, banjir sejak 17 Januari 2026 memaksa sekitar 800 jiwa mengungsi. Kota Semarang mencatat 1.373 jiwa terdampak dan 530 rumah terendam pada periode 15–17 Januari 2026. Sementara Kabupaten Jepara mencatat 136 kepala keluarga terdampak dalam banjir pertengahan Januari.

Banjir bandang juga menerjang Kabupaten Purbalingga, membawa material lumpur dan batu ke Kecamatan Rembang dan Karangreja. Di Kabupaten Tegal, banjir di kawasan wisata Guci pada 24 Januari 2026 merusak jembatan dan fasilitas wisata, menjadi kejadian kedua setelah banjir akhir Desember 2025.

Wilayah terdampak banjir di Jawa Tengah. – IG @bpbdjateng

Walhi Soroti Degradasi Lingkungan

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Jawa Tengah (Walhi Jawa Tengah) menilai banjir di Jawa Tengah bukan semata akibat curah hujan.

“Krisis ekologis bukan hanya faktor cuaca, tetapi kegagalan tata kelola ruang yang mengabaikan kawasan hulu dan fungsi ekologis,” kata Nur Cholis, Deputi Direktur Walhi Jateng.

Walhi mencatat Jawa Tengah kehilangan tutupan hutan sekitar 11.179 hektar dalam kurun 2014–2024. Deforestasi terbesar terjadi pada 2014–2015 seluas lebih dari 5.100 hektar, disusul periode 2017–2019.

Industri Ekstraktif dan Tata Ruang

Cholis menyoroti masifnya industri ekstraktif, mulai pertambangan, perkebunan skala besar, hingga izin pinjam pakai kawasan hutan. Menurutnya, aktivitas tersebut melemahkan fungsi daerah tangkapan air dan memperbesar risiko banjir.