Setelah 10 hari pencarian, bangkai KMP Tunu Pratama Jaya ditemukan terbalik di Selat Bali. Sebanyak 48 korban telah ditemukan, 17 masih hilang. Evakuasi terus dilanjutkan.


KOSONGSATU.ID—Setelah sepuluh hari pencarian intensif, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Kapal feri itu tenggelam di Selat Bali pada awal Juli 2025.

Bangkai kapal ditemukan pada Ahad, 13 Juli, sekitar 3,9 kilometer dari titik awal tenggelamnya. Tim mendeteksinya dalam posisi terbalik, dengan barang-barang berserakan di dasar laut. Nama kapal masih terlihat jelas di buritan.

Temuan itu langsung dikonfirmasi sebagai KMP Tunu Pratama Jaya. Proses identifikasi dilakukan cepat oleh tim SAR.

Dari total 65 penumpang dan kru kapal, 48 orang telah ditemukan. Sebanyak 30 orang selamat. Sementara itu, 15 jenazah sudah berhasil diidentifikasi, dan 3 lainnya masih menunggu hasil tes DNA.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim SAR.

“Saya sangat mengapresiasi semangat luar biasa seluruh tim. Kapal ditemukan dalam kondisi terbalik,” ujar Dudy dalam pernyataan resminya.

Pemerintah kini bersiap mengangkat bangkai kapal dari dasar laut. Proses ini akan dilakukan dengan sangat hati-hati karena arus bawah laut di Selat Bali dikenal deras dan berbahaya.

Tim teknis dari Basarnas akan bekerja sama dengan pemilik kapal dan KSOP Ketapang. Semua prosedur akan mengikuti SOP ketat demi keselamatan tim di lapangan.

Sementara itu, tim DVI memutuskan untuk menggunakan tes DNA untuk mengidentifikasi jenazah yang belum dikenali. Ciri fisik dan data antemortem tidak bisa digunakan karena kondisi jenazah rusak parah.

Informasi ini diumumkan oleh Dishub Banyuwangi melalui akun resmi X @Dishub_BWI.

Pada Ahad sore, rapat evaluasi digelar di ruang pertemuan ASDP Ketapang. Rapat dipimpin Laksamana Muda TNI (Purn) Ribut Eko Suyatno. Dalam pertemuan itu, diputuskan bahwa operasi SAR kini beralih dari level nasional ke daerah. Namun koordinasi lintas lembaga tetap dijaga.

Fokus tim saat ini adalah melanjutkan pencarian terhadap 17 korban yang masih hilang sesuai manifest kapal. Harapan besar diletakkan pada cuaca. Jika laut bersahabat, proses evakuasi dan pengangkatan kapal bisa tuntas sesuai rencana.

Operasi pencarian belum berakhir. Tim terus bekerja. Doa dan dukungan keluarga korban tak henti mengalir. Semua berharap, 17 korban yang belum ditemukan bisa segera dibawa pulang.***