Vance sendiri telah menegaskan bahwa AS telah mematuhi MoU. “Jika mereka keberatan dengan penerapan MoU, mereka bisa angkat telepon,” tulisnya di media sosial — setelah mendukung langkah CENTCOM yang menyerang Iran.

Presiden AS Donald Trump tidak kalah keras. Melalui akun Truth Social-nya, Trump menegaskan serangan itu dilakukan karena Iran “lagi-lagi melanggar” perjanjian gencatan senjata, dan melempar ancaman eksistensial: “Akan tiba saatnya ketika kami terpaksa menyelesaikan secara militer apa yang telah kami mulai dengan sangat sukses. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi.”

Seorang analis maritim yang dikutip Al Jazeera menilai situasi ini mencerminkan tingginya risiko bagi kapal-kapal yang melintas di selat tersebut: “Iran masih memiliki kekuatan militer yang cukup untuk mengancam kapal jika mereka menggunakan jalur Oman yang didukung AS.”

Jalur pelayaran tersibuk di dunia kini terjebak di antara dua kekuatan yang saling ancam — sementara dokumen perdamaian yang baru berumur sepekan terancam runtuh sebelum tinta pun kering.***