Whistleblower Amerika Serikat, John Kiriakou, mengguncang dunia internasional dengan membocorkan rencana Presiden Donald Trump untuk melancarkan serangan militer kejutan ke Iran pada awal pekan ini.
KOSONGSATU. ID – Dunia internasional saat ini tengah diguncang oleh potensi eskalasi militer besar-besaran di Timur Tengah. Ketegangan memuncak pasca munculnya bocoran rencana serangan militer kejutan Amerika Serikat terhadap Iran, dan Teheran merespons hal tersebut secara tegas dengan ancaman perang berskala regional.
Mantan perwira CIA sekaligus whistleblower, John Kiriakou, pada Minggu (22/2/2026) membeberkan informasi rahasia dari sumber dalam Gedung Putih. Melalui sebuah video, ia mengungkap bahwa sebuah laporan menyebutkan Presiden Donald Trump telah memutuskan untuk menyerang Iran pada awal pekan ini (Senin atau Selasa).
Rencana serangan ini terikat dengan ultimatum 10 hari dari Washington yang menuntut Iran agar segera menghentikan program rudal balistik; menghentikan pengayaan uranium (program nuklir); memutus dukungan terhadap kelompok proksi di Timur Tengah seperti Hamas, Hizbullah, dan Houthi.
Kiriakou menyebutkan bahwa Trump berpotensi memainkan taktik psikologis dengan meluncurkan serangan mendahului tenggat waktu demi mengejutkan musuh dan membuat mereka kehilangan keseimbangan
Dinamika Internal Washington
Rencana agresif ini memicu perpecahan di dalam ring satu pemerintahan AS:
Kubu Pendukung: Rencana ini mendapat lampu hijau dari Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Kepala Staf Gabungan.
Kubu Penentang: Opsi militer ini ditentang keras oleh Wakil Presiden J.D. Vance dan Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard.
Laporan terkait keputusan final juga masih simpang siur. Media Axios menyebut Trump belum membuat keputusan mutlak, sebuah klaim yang sejalan dengan pernyataan Senator Lindsey Graham mengenai adanya resistensi di internal Gedung Putih. Meski begitu, Trump pekan lalu secara terbuka telah memberi peringatan keras bahwa Iran hanya punya waktu 10 hingga 15 hari untuk menyepakati urusan program nuklir sebelum menghadapi konsekuensi buruk.
Peringatan Keras dari Teheran
Menghadapi ancaman dari Washington, Iran merespons tanpa basa-basi. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memperingatkan bahwa setiap agresi Amerika Serikat akan memicu kebakaran besar di Timur Tengah.
Mengutip laporan kantor berita Tasnim pada Ahad (1/2), Khamenei menegaskan, “AS harus tahu kalau mereka memulai perang, kali ini yang akan terjadi adalah sebuah perang regional.”
Saat ini, dunia menanti dengan cemas apakah ancaman Washington murni sekadar taktik negosiasi (brinkmanship) atau benar-benar awal dari perang terbuka. Jika diplomasi gagal, serangan AS tidak hanya akan mengguncang Iran, tetapi pasti akan menyeret seluruh kawasan Timur Tengah ke dalam pusaran konflik yang jauh lebih besar dan destruktif.***





Tinggalkan Balasan