2. Dominasi Militer
Selain mencaplok wilayah, Israel menargetkan dominasi militer regional dengan keleluasaan penuh melancarkan operasi lintas batas.
Pola ini sudah diterapkan melalui invasi di Tepi Barat, Gaza, Lebanon, serta operasi di Suriah pasca-runtuhnya rezim Bashar al-Assad.
Israel memanfaatkan integrasinya ke dalam Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) untuk berkoordinasi lebih erat di kawasan dan memperluas jangkauan operasional hingga ke Irak, Yaman, dan negara-negara Teluk.
Jaber memprediksi Israel akan terus memperkuat dominasi ini melalui perjanjian normalisasi, pembangunan pangkalan militer, dan penerapan zona demiliterisasi seperti di Sinai.
3. Pengaruh Geopolitik
Pilar ketiga berfokus pada upaya mencengkeram geopolitik kawasan. Selama dua tahun terakhir, Israel menguji pendekatan ini di Lebanon dengan memadukan tekanan militer dan campur tangan politik domestik.
Israel terus mendompleng kekuatan Amerika Serikat — melalui dukungan militer, dana, dan lobi politik — untuk memperluas pengaruh, sekaligus menekan negara-negara kawasan melalui organisasi internasional dan jaringan keuangan global.
Ketangguhan Iran Sebagai Hambatan Utama
Dalam rancangan besar tersebut, Iran berdiri sebagai batu sandungan terbesar. Jaber menilai provokasi Israel terhadap Iran merupakan hal yang wajar dalam kerangka ambisi mereka.
Namun elite Israel keliru mengkalkulasi ketahanan Teheran. Setelah sekitar enam minggu berkonflik — sejak serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026 — Iran tetap mempertahankan posisi regionalnya.
Selat Hormuz, yang menjadi urat nadi pasokan minyak dunia, sempat ditutup Iran sebagai respons konflik. Kegagalan Israel menundukkan Iran membuka mata dunia mengenai keterbatasan militer Tel Aviv, yang masih sangat bergantung pada payung pertahanan Amerika Serikat.
Situasi ini berpotensi mengubah peta kekuatan Timur Tengah. Negara-negara kawasan kemungkinan akan meningkatkan resistensi terhadap manuver Israel.
Di sisi lain, pergeseran opini publik Amerika Serikat yang mulai mengkritisi tindakan Israel dapat mendesak Washington mengubah arah kebijakannya.





Tinggalkan Balasan