Bagi warga, air bukan sekadar komoditas teknis. Ia adalah kebutuhan harian yang menyentuh dapur, kamar mandi, hingga ruang ibadah. Ketika alirannya terhenti atau kualitasnya diragukan, kegelisahan pun menyebar secepat arus sungai itu sendiri.

Kini, perhatian tertuju pada dua hal: pemulihan layanan secara penuh dan transparansi hasil uji laboratorium. Dua pekan ke depan menjadi masa penantian, bukan hanya untuk angka-angka parameter kimia, tetapi juga untuk memastikan bahwa air yang kembali mengalir benar-benar aman.

Sungai Cisadane mungkin tetap mengalir seperti biasa. Namun, peristiwa ini meninggalkan satu pengingat: di balik setiap keran yang terbuka, ada rantai pengawasan panjang yang tak boleh lengah.***