Darurat sampah ancam Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Warga terpaksa membuang sampah ke sungai akibat minimnya fasilitas TPS.
KOSONGSATU. ID – Kondisi darurat sampah kini melanda wilayah Kecamatan Susukan bagian utara, khususnya Kelurahan Sidoharjo.
Ketiadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang memadai mendorong warga mengambil jalan pintas dengan membuang sampah ke aliran dan selokan Daerah Aliran Sungai (DAS) Serang.
Kenyataan memilukan ini tergambar jelas dari keluhan masyarakat sekitar. Bambang (45), salah satu warga Sidoharjo, mengungkapkan bahwa berbagai jenis limbah mencemari sungai dan saluran air setiap harinya.
”Sampah yang masuk ke sungai itu campur aduk. Mulai dari sampah plastik rumah tangga, sisa organik, sampai kotoran hewan ternak juga dibuang ke sana. Kalau dikumpulkan, sehari volumenya bisa berkarung-karung,” keluh Bambang.
Ia menambahkan, titik pembuangan tidak hanya terpusat di aliran utama DAS Serang. Selokan-selokan kecil yang bermuara ke sungai turut menjadi sasaran pembuangan liar. Parahnya lagi, pelaku pencemaran lingkungan ini tidak terbatas pada penduduk sekitar.
”Yang membuang bukan cuma warga sini. Banyak pengguna jalan alternatif Susukan-Koripan yang melintasi Desa Blimbing sengaja melempar bungkusan sampah ke pinggir jalan atau sungai sambil jalan,” tambahnya.
Menghadapi situasi yang kian meresahkan ini, warga Desa Blimbing menuntut tindakan nyata. Mereka mendesak Pemerintah Desa Sidoharjo, Pemerintah Kecamatan Susukan, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang untuk segera turun tangan mencari solusi konkret.




Tinggalkan Balasan