Eskalasi konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel memicu lonjakan harga minyak mentah global di atas 109 dolar AS per barel.


KOSONGSATU.ID—Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan gelombang ke-30 Operasi Janji Sejati-4 dengan nama sandi “Ali Wali Allah” pada Minggu (8/3/2026) malam. Serangan menargetkan pangkalan militer AS di Irak, Qatar, dan Kuwait, serta wilayah utara Israel menggunakan rudal balistik Khorramshahr, Fattah, Kheibar, dan drone strategis.

Pada pukul 07.50 WIB Senin (9/3), harga minyak mentah jenis WTI melonjak 20,81 persen menjadi USD109,82 per barel. Minyak Brent naik 18,17 persen ke USD109,53 per barel. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global menyusul meluasnya konflik di kawasan Teluk, termasuk ancaman terhadap jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Iran mengklaim serangan gelombang ke-30 mencapai keberhasilan 100 persen. 

“Bersamaan dengan pemilihan Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, gelombang ke-30 Operasi Janji Sejati 4 dilakukan dengan keberhasilan 100 persen menargetkan pangkalan teroris AS di kawasan serta posisi rezim Israel,” demikian pernyataan resmi IRGC.

Serangan Iran turut menghantam fasilitas Bahrain Petroleum Company (Bapco) di desa Maameer hingga terbakar. Otoritas setempat menyatakan tidak ada kerusakan material berarti dan api telah dipadamkan. Media Israel melaporkan satu orang tewas akibat rudal Iran dengan hulu ledak tandan yang menghantam kawasan Yehud, Israel tengah.

Rupiah Terperosok ke Rp17.001

Di pasar domestik, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 76 poin atau 0,45 persen ke level Rp17.001 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi . Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan tekanan terhadap rupiah dipicu sentimen penghindaran risiko (risk off) akibat lonjakan harga minyak.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh sentimen risk off yang memburuk dipicu kenaikan harga minyak mentah yang melewati 100 dolar AS per barel yang dikhawatirkan akan berdampak besar pada perekonomian global dan inflasi,” ujar Lukman .

Pada penutupan perdagangan, rupiah akhirnya melemah 24 poin atau 0,14 persen ke level Rp16.949 per dolar AS . Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi menilai lonjakan harga minyak berpotensi memberikan tekanan serius terhadap fiskal Indonesia.

Harga minyak dunia sudah menyentuh angka 92 dolar AS per barel, jauh melampaui asumsi makro APBN 2026 yang hanya mematok harga di kisaran 70 dolar AS per barel. “Apabila harga minyak terus meroket hingga mendekati atau bahkan melampaui 100 dolar AS per barel, dampaknya bakal fatal bagi fiskal nasional. Defisit APBN terhadap PDB bisa terdongkrak hingga mendekati 4 persen,” ujar Ibrahim .

IHSG Terkoreksi 2,79 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terkoreksi 211,38 poin atau 2,79 persen ke posisi 7.374,31, mengikuti pelemahan bursa kawasan Asia. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengingatkan volatilitas masih akan tinggi sepekan ini dengan risiko konsolidasi lanjutan.

“Lonjakan harga energi meningkatkan risiko inflasi global serta dapat menekan pertumbuhan ekonomi melalui kenaikan harga bahan bakar dan biaya produksi. Beberapa produsen energi Timur Tengah mulai mengurangi produksi akibat gangguan rantai pasokan,” ujar Liza .

Infobanknews mencatat IHSG ditutup melemah 3,27 persen ke level 7.337 dengan 708 saham terkoreksi dan hanya 68 saham menguat. Seluruh sektor indeks ditutup di zona merah dengan penurunan terdalam pada sektor transportasi yang merosot 5,22 persen .

Eskalasi Konflik Pasca-Pelantikan Mojtaba

Konflik ini dipicu serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sedikitnya 201 orang di 24 provinsi Iran . Majelis Pakar Iran kemudian melantik putra almarhum, Mojtaba Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi baru pada 8 Maret 2026.

Pelantikan Mojtaba mendapat dukungan penuh dari IRGC yang berjanji setia dan menyatakan akan mengikuti arahan pemimpin baru tersebut. IRGC juga mendedikasikan gelombang serangan ke-31 pada Senin (9/3) untuk pemimpin baru mereka dengan kode “Labbaik Ya Khamenei” menggunakan rudal Khorramshahr-4 yang berhulu ledak lebih dari satu ton .

Rudal Khorramshahr-4 memiliki jarak jangkau hingga 2.000 kilometer dengan kecepatan hipersonik Mach 16 di luar atmosfer dan Mach 8 saat kembali masuk. Teknologi manuver (MaRV) dan sistem pemandu arah membuatnya sulit dilacak sistem pertahanan musuh .

Dampak Regional dan Global

Konflik meluas ke sejumlah negara Teluk. Arab Saudi melaporkan sistem pertahanan udaranya memintas drone yang menargetkan ladang minyak Shaybah. Satu projektil juga mengenai fasilitas kediaman di Wilayah Al-Kharj, menewaskan dua penduduk dan melukai 12 lainnya .

Bahrain mencatat 32 warga sipil terluka dalam serangan drone, termasuk anak-anak yang membutuhkan pembedahan. Uni Emirat Arab juga melaporkan sistem pertahanan udaranya merespons ancaman rudal dan drone yang dilancarkan dari Iran.

Di Lebanon, sedikitnya 26 orang tewas dan 33 lainnya luka-luka dalam serangan udara Israel di wilayah selatan dan timur. Serangan ini memperluas permusuhan antara Israel dan Hizbullah yang semakin meruncing seiring konfrontasi regional.

Produksi minyak Irak dilaporkan turun hampir 60 persen menjadi sekitar 1,3 juta barel per hari setelah ekspor terhenti akibat penutupan Selat Hormuz dan serangan infrastruktur energi. Bahrain juga mengumumkan force majeure atas operasi Bapco Energies menyusul serangan yang merusak kompleks pemurnian.