Santri MANPK Surakarta menggelar Camping Dakwah Ramadan di Karanganyar.


KOSONGSATU.ID—Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MANPK) Surakarta kembali menggelar program Camping Dakwah Ramadan (CDR) 1447 H sebagai bentuk pengabdian santri kepada masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Badran, Desa Jumapolo, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada 2–11 Maret 2026. Para santri kelas XI turun langsung ke tengah masyarakat untuk menjalankan berbagai program sosial dan dakwah.

Tradisi Dakwah yang Telah Berjalan Puluhan Tahun

Ketua Panitia CDR, Yodha Pratisena Jati, mengatakan program ini telah menjadi tradisi yang terus dijaga oleh MANPK Surakarta setiap bulan Ramadan.

“Kegiatan CDR telah berjalan puluhan tahun dan menjadi tradisi yang terus kami pertahankan. CDR menjadi ajang dakwah sekaligus tempat siswa-siswi MANPK Surakarta mengaktualisasikan diri di tengah masyarakat,” kata Yodha di Karanganyar, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mempererat hubungan santri dengan masyarakat, tetapi juga memperkuat peran madrasah sebagai lembaga pendidikan yang berkontribusi langsung bagi lingkungan sosial.

Ragam Kegiatan Sosial dan Edukasi Keagamaan

Selama program berlangsung, para santri menjalankan sejumlah kegiatan sosial dan edukasi keagamaan bersama warga setempat.

Ketua Organisasi Pelajar Program Keagamaan (OPPK) MANPK Surakarta, Admiral Muhammad Akmal Abdullah, menjelaskan kegiatan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian bantuan sosial, serta seminar bagi kalangan remaja.

Selain itu, para santri juga mengadakan tabligh akbar, pesantren kilat, serta rutin mengisi kultum di masjid-masjid sekitar.

“Siswa-siswi MANPK melaksanakan seluruh kegiatan ini dengan menggandeng warga sekitar agar manfaatnya lebih terasa,” ujar Admiral.

Laboratorium Kehidupan bagi Para Santri

Pembina MANPK Surakarta, Cahyo Nur Pambudi, menilai kegiatan ini menjadi pengalaman penting bagi para santri untuk mempraktikkan ilmu yang mereka pelajari di madrasah.

Menurutnya, keterlibatan langsung di tengah masyarakat memberikan pengalaman nyata yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas.

“CDR menjadi ajang pembuktian nyata. Para santri bisa mempraktikkan langsung semua ilmu dan pembelajaran yang mereka dapatkan selama di ma’had kepada masyarakat luas,” kata Cahyo.

Melalui kegiatan tersebut, santri juga belajar memahami dinamika sosial masyarakat serta memperkuat kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.

Madrasah Unggulan dengan Persaingan Ketat

MANPK Surakarta dikenal sebagai salah satu madrasah unggulan di bawah Kementerian Agama yang memiliki tingkat peminat sangat tinggi setiap tahun.

Proses seleksi calon siswa dilakukan secara ketat melalui tes tertulis berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) serta wawancara dengan dewan guru.

Pada Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) 2026, tercatat 1.710 pendaftar bersaing memperebutkan 24 kursi untuk siswa dan 44 kursi untuk siswi.

Tingginya minat tersebut menempatkan MANPK Surakarta sebagai salah satu madrasah dengan jumlah pendaftar terbanyak di antara seluruh MANPK di Indonesia.

Melalui program Camping Dakwah Ramadan, madrasah ini tidak hanya menekankan prestasi akademik, tetapi juga mendorong lahirnya santri yang memiliki kepedulian sosial dan siap berkontribusi bagi masyarakat. ***