Revitalisasi uwi melalui kuliner kreatif. Dosen UNISA Yogyakarta, Wiwit Probowati, mengungkap strategi pelestarian genetik lewat jajanan ramah anak.


KOSONGSATU.ID–Di tengah gempuran makanan instan dan cepat saji, panganan tradisional seperti umbi-umbian lokal kini semakin asing bagi generasi muda. Banyak yang menganggap uwi sebagai “makanan zaman susah”, sehingga keberadaan sumber daya genetik ini perlahan mulai terpinggirkan dari meja makan kita.

Namun, melestarikan warisan hayati tidak harus selalu dilakukan di laboratorium. Wiwit Probowati, S.Si., M.Biotech., Ph.D, dosen Bioteknologi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, menawarkan solusi melalui pendekatan kuliner yang menyenangkan bagi anak-anak. Dengan mengubah uwi menjadi camilan modern seperti donat atau bolu, kita tidak hanya menjaga kesehatan anak, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekonomi petani lokal.

“Indonesia menyimpan kekayaan sumber daya genetik tanaman yang luar biasa, termasuk berbagai jenis umbi minor seperti uwi, gembili, dan suweg. Keberadaannya kini semakin terpinggirkan, tidak hanya karena kalah pamor dari makanan cepat saji, tetapi juga akibat minimnya strategi pelestarian yang adaptif dengan zaman”, ujar Wiwit, dikutip Selasa (3/2/2026)

Menjaga Warisan Hayati dan Budaya

Dengan menjadikan uwi sebagai bagian dari menu harian, maka akan ada permintaan yang konsisten dari pasar, yang pada akhirnya mendorong petani untuk tetap menanam dan membudidayakannya.

“Ketika jajanan berbasis uwi dikembangkan sebagai produk UMKM atau kegiatan sekolah, maka keberlanjutan tanaman tersebut secara otomatis akan terjaga. Ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga soal mempertahankan warisan hayati dan budaya yang telah ada sejak ratusan tahun lalu”, tegasnya.

Peluang dan Tantangan

Wiwit mengatakan, strategi tersebut tidak lepas dari tantangan. Masih banyak persepsi negatif terhadap uwi sebagai “makanan orang desa” atau “pangan zaman susah”. Selain itu, keterbatasan pasokan dan pengetahuan pengolahan juga menjadi hambatan dalam skala produksi yang lebih besar.

” Namun dengan kolaborasi yang kuat antara masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas perempuan, tantangan ini bisa diatasi. Edukasi publik perlu digencarkan, khususnya melalui kegiatan sekolah, pasar kuliner lokal, dan media sosial. Pemerintah juga perlu mendukung lewat kebijakan yang berpihak pada pelestarian tanaman lokal serta pendampingan teknis untuk UMKM berbasis pangan lokal”, urainya.

Bukan Sekadar Variasi Makanan

Bukan sekadar variasi makanan anak-anak. Ini adalah bentuk nyata dari diversifikasi pangan lokal untuk mewujudkan ketahanan pangan . Di tengah arus globalisasi dan komersialisasi makanan, keberanian untuk tetap berpijak pada kearifan lokal adalah langkah revolusioner.

“Melalui jajanan yang ramah anak, sehat, dan berbasis lokal, kita sedang menanam benih kesadaran akan pentingnya menjaga biodiversitas, ketahanan pangan, dan identitas budaya. Jika hari ini anak-anak belajar menyukai uwi dalam bentuk donat, maka kelak mereka akan menjadi generasi yang menghargai keberagaman hayati dan bangga akan kekayaan kuliner bangsanya”, tandasnya.

Langkah kecil ini, kata Wiwit, bisa jadi bola salju perubahan. Karena pelestarian tidak selalu harus dimulai dari laboratorium. Kadang, ia cukup dimulai dari dapur rumah, dari meja makan sekolah, atau dari tangan kecil anak-anak yang tengah menikmati kue bolu uwi buatan ibu mereka.

Aneka Camilan dari Uwi

Dikutip dari situs cookpad.com, berikut beberapa kreasi olahan dari Uwi yang pasti disukai oleh anak-anak:

Perkedel Uwi

Perkedel uwi.- cookpad.com

Umbi uwi rasanya hambar dan tidak banyak yang suka. Tapi ketika diolah menjadi perkedel hasilnya enak dan lebih cepat habis dibanding ketika dikukus. Tekstur umbi uwi yang lembut dan kadar air yang tidak terlalu banyak membuat perkedel ini jadi lebih mudah dibentuk.

BAHAN: 1 umbi uwi (sekitar 1.5 kg), 5  siung bawang putih,7  siung bawang merah,9  buah cabai rawit,1/4 sdt pala bubuk, 3/4 sdt garam, 1/2 sdt kaldu jamur, 1  butir telur ayam, dan minyak goring secukupnya.

CARA MEMBUAT:

  1. Kupas dan potong umbi uwi agak kecil agar nanti mudah dihaluskan. Cuci 3-4 kali hingga getahnya hilang. Panaskan kukusan, masukkan umbi Uwi lalu kukus hingga empuk.
  2. Sementara itu, iris bawang merah dan bawang putih (tidak usah terlalu tipis), juga cabai rawit. Goreng hingga hampir matang, pindahkan tanpa minyak.
  3. Tambahkan garam, bubuk pala, dan kaldu jamur. Haluskan. Masukkan sedikit-sedikit umbi uwi yang sudah dikukus (dalam kondisi panas), haluskan sambil sesekali diaduk agar bumbu merata.
  4. Setelah semua umbi uwi halus, bulatkan menjadi bola dan tekan sedikit sehingga berbentuk bulat pipih.
  5. Kocok lepas telur dengan sejumput garam. Baluri adonan perkedel umbi uwi dengan telur. Pastikan seluruh bagian terlapisi dengan rata.
  6. Panaskan minyak agak banyak (agar saat menggoreng terendam semua bagian). Goreng perkedel dan balik ketika warna sudah mulai berubah (jangan menunggu adonan telur terlalu kering). Tiriskan dan sajikan hangat sebagai kudapan ataupun lauk dengan nasi hangat dan sayur pilihan.

Roti Tawar Uwi

Roti tawar berbahan uwi. – cookpad.com

BAHAN: 100gr uwi kukus, 3 butir telur.

CARA MEMBUAT:

  1. Chopper uwi dan telur hingga halus.
  2. Panaskan kukusan sebelumnya. Kukus hingga matang dan mengembang.

Es Krim Uwi Miks Semangka

Es krim uwi miks semangka.- cookpad.com

BAHAN: sepotong semangka (potong bulat), secukupnya yogurt plain,5 sdm madu murni,1 buah uwi kukus, stik es krim, 1 buah plastik bening

CARA MEMBUAT:

  1. Siapkan semua bahan
  2. Potong bulat semangka, lalu ambil daging buahnya. Kemudian tusuk stik es krim seperti pada gambar
  3. Blender semangka, yogurt, madu, dan huwi sampai halus
  4. Masukkan adonan es krim yang sudah diblender kedalam cetakan semangka
  5. Kemudian masukkan es krim semangka kedalam freezer, diamkan setengah hari/bisa semalaman didalam freezer
  6. Kalau es krim sudah mengeras, potong menjadi 4 bagian
  7. Es krim uwi + semangka siap dinikmati

Klepon Uwi

Klepon uwi.- cookpad.com

BAHAN:500 gr uwi,140  tapioka, garam secukupnya, gula aren sisir secukupnya, kelapa parut secukupnya, daun pandan .

CARA MEMBUAT:

  1. Cuci bersih uwi lalu dikukus, setelah empuk diamkan.
  2. Campur kelapa parut dengan sedikit garam, lalu kukus (jika suka aroma pandan, bisa ditambahkan 1 helai pandan di kukusan kelapa parut).
  3. Campurkan tapioka dan garam (jika suka manis bisa ditambahkan gula).
  4. Haluskan uwi yang sudah matang, lalu campur dengan langkah no.3. Uleni hingga tercampur rata.
  5. Bentuk adonan menjadi bulatan kecil, pipihkan dan isi dengan gula jawa.
  6. Didihkan air, masukkan bulatan adonan jika air sudah mendidih. Tunggu beberapa saat hingga adonan mengapung lalu tiriskan.
  7. Taburi klepon dengan parutan kelapa yang sudah dikukus

Kroket Uwi

Kroket uwi. – cookpad.com

BAHAN: 2  buah uwi, 3  sdm maizena,1  sdt garam halus,1  piring kecil tepung panir

BAHAN ISIAN:1/4 potong dada ayam rebus,1  buah wortel,1  tangkai daun bawang,1  siung bawang putih, 1/2 sdt merica halus,1 sdt garam halus,1 sdt gula pasir, 50 gr keju cheddar.

CARA MEMBUAT:

  1. Kupas uwi, cuci bersih, potong-potong, kemudian kukus atau rebus sampai matang.
  2. Setelah matang, selagi masih panas uwi dihaluskan dengan ditumbuk atau diulek.
  3. Setelah halus, tambahkan garam dan maizena. Aduk rata dengan sendok. Sisihkan.
  4. Untuk membuat isiannya, potong dadu kecil wortel, suwir – suwir ayamnya, iris halus bawang daun, cincang bawang putih. Potong keju sesuai selera.
  5. Tumis bawang putih cincang sampai harum, masukkan wortel, aduk-aduk, tambahkan ayam suwir dan 1/2 gelas air kaldu ayam. Tambahkan garam, gula pasir, merica. Masak sampai air menyusut. masukkan irisan daun bawang aduk beberapa saat. Matikan kompornya.
  6. Ambil sesendok adonan uwi, pipihkan lalu isi dengan 1 sdt isian dan 1 potong keju. Bentuk lonjong atau bulat. lakukan sampai adonaj habis. Gulingkan langsung diatas tepung panir, sambil ditekan-tekan perlahan, agar panir menempel.
  7. Goreng dengan api sedang cenderung kecil sampai kecoklatan. Kroket uwi siap disantap ditemani rawit atau saus cabe.***