Iman Shalouf beserta janinnya gugur setelah tiga hari kritis akibat tembakan militer Israel di Khan Younis, menambah kelam situasi kemanusiaan.
KOSONGSATU.ID — Koresponden kantor berita WAFA melaporkan wanita hamil Palestina, Iman Shalouf, tewas bersama janinnya akibat tembakan militer Israel.
Insiden tragis tersebut terjadi di wilayah selatan Khan Younis pada Sabtu, 12 September 2026. Kematian ini menambah deretan korban sipil di tengah memanasnya situasi keamanan Gaza.
Menurut laporan tersebut, Iman meninggal dunia setelah berjuang melewati masa kritis selama tiga hari. Tim medis gagal menyelamatkan nyawa ibu dan calon bayinya meski telah melakukan penanganan darurat.
“Korban menderita luka parah setelah peluru aparat Israel menerjang tubuhnya pada pertengahan pekan lalu,” tulis laporan WAFA pada Ahad, 13 September 2026.
Korban Gencatan Senjata
Ihwal dampak konflik, insiden ini memperpanjang catatan korban pasca-kesepakatan gencatan senjata pada 11 Oktober 2025. Eskalasi serangan Israel sejak tenggat tersebut telah menewaskan 1.359 orang dan melukai 4.571 warga Palestina.
Hingga saat ini, tim pencarian dan penyelamatan (SAR) baru berhasil mengevakuasi 831 jenazah dari berbagai lokasi terdampak.
Sebelumnya, ratusan jenazah dilaporkan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan atau tergeletak di jalanan. Secara akumulatif, total korban jiwa sejak awal agresi militer pada 7 Oktober 2023 telah melonjak mencapai 73.670 orang dengan 174.682 korban luka.
Selain itu, ancaman keamanan yang tinggi membuat upaya evakuasi di lapangan jalan di tempat. “Tim ambulans dan relawan penyelamat masih mengalami kendala besar untuk menjangkau lokasi-lokasi tersebut lantaran bahaya yang mengancam nyawa,” sebut koresponden WAFA.***




Tinggalkan Balasan