Pemerintah Jepang mengambil langkah ekstrem dengan mengalihkan seluruh pasokan minyak mentahnya dari Selat Hormuz mulai Juli mendatang demi menjaga stabilitas ekonomi.
KOSONGSATU.ID – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan bahwa seluruh impor minyak mentah negaranya pada Juli mendatang akan dialihkan dari kawasan Selat Hormuz demi mengamankan pasokan energi nasional.
Keputusan strategis ini diambil guna mengantisipasi eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang mengancam keamanan jalur distribusi logistik global di perairan Timur Tengah tersebut.
“Pada Juli kami memperkirakan akan mendapatkan sekitar 100 persen dari jumlah rata-rata bulanan dari sumber alternatif,” kata PM Jepang Sanae Takaichi dalam rapat kabinet, dikutip dari Bloomberg, Jumat (12/6/2026).
Potong Ketergantungan Ekstrem
Langkah diversifikasi ini memangkas ketergantungan ekstrem Jepang. Sebelumnya, negara matahari terbit ini menggantungkan lebih dari 90 persen pasokan minyak mentahnya melalui jalur rawan Selat Hormuz.
Sebagai gantinya, Takaichi mendongkrak impor minyak dari AS hingga sepuluh kali lipat. Jepang juga membuka keran pasokan baru dari wilayah Amerika Tengah, Amerika Selatan, Afrika, Kanada, Meksiko, hingga Asia.
Ancaman penutupan selat oleh militer Iran memaksa Tokyo bergerak cepat sejak awal ketegangan. Langkah ini diambil agar rantai pasok industri kimia dan kebutuhan listrik domestik menjelang musim panas tidak lumpuh.
Tantangan Teknis Kilang Domestik
Kendati volume pasokan alternatif aman, tantangan teknis masih mengadang. Asosiasi Perminyakan Jepang menyatakan bahwa kilang domestik mereka dirancang khusus untuk mengolah minyak mentah Timur Tengah.
Modifikasi peralatan dan analisis mendalam diperlukan agar kilang lokal mampu memproses karakteristik minyak baru tanpa mengganggu stabilitas operasi operasional industri hulu perminyakan nasional.
Takaichi berencana membawa isu stabilitas energi ini ke forum KTT G7 di Prancis pekan depan untuk menggalang kerja sama penimbunan minyak komersial antara negara produsen dan konsumen.***




Tinggalkan Balasan