Sebab utamanya bersifat teknis: sebagian besar informasi tentang dirinya bersumber dari babad dan tradisi lisan, bukan dokumen tertulis primer yang bisa diverifikasi secara akademik. Dokumen dari abad ke-16 tentang Purabaya sangat terbatas, membuat silsilah dan kronologi hidupnya hingga kini belum sepenuhnya dapat dikonfirmasi.
“Pintu sejarah masih tertutup rapat,” kata Bernardi. “Kami masih penasaran menelusuri jejak sejarah Retno Dumilah.”
Keterbatasan itulah yang membuat kisahnya lebih banyak hidup dalam memori kolektif masyarakat Madiun dan peziarah Kotagede ketimbang dalam buku teks sejarah nasional. Namanya ada di tanah yang dulu dipimpinnya — dan ada pula di kota yang menjadi tempat peristirahatannya yang terakhir.***
DAFTAR RUJUKAN:
- Pemerintah Kabupaten Madiun. Sejarah Kabupaten Madiun. https://madiunkab.go.id/sejarah-kabupaten-madiun/
- Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun. Sejarah Pengadilan. https://pn-madiunkab.go.id/sejarah-pengadilan/
- Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun. Ziarah Makam Putri Adipati Madiun di Kota Gede Yogyakarta (2022). https://pn-madiunkab.go.id/ziarah-makam-putri-adipati-madiun-pertama-di-kota-gede-yogyakarta/
- Makam Raja Mataram Kotagede — Pemerintah Kabupaten Bantul. Sejarah: Puncak Kejayaan. https://makamkotagede.bantulkab.go.id/page/detail/2022000008/page/lists/2022000007/page/lists/2022000005/sejarah.html
- Dangin, Bernardi S. (Kompas Madya), dikutip dalam: Gumantia, Arif. “Kisah Retno Dumilah, Bupati Madiun: Bupati Perempuan Pertama di Jawa.” Kumparan, 2025. https://kumparan.com/arif-gumantia-1581913044441642071/kisah-retno-dumilah-bupati-madiun-bupati-perempuan-pertama-di-jawa-1syexhyYU2u
- Dangin, Bernardi S. (Kompas Madya), dikutip dalam: “Kisah Retno Dumilah, Bupati Perempuan Pertama di Jawa.” Viva.co.id, 2020. https://www.viva.co.id/vstory/sejarah-vstory/1296276-kisah-retno-dumilah-bupati-perempuan-pertama-di-jawa
Halaman



Tinggalkan Balasan