Presiden Prabowo Subianto menegaskan keselamatan anak adalah perintah utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden keracunan 5.000 anak memaksa pemerintah memperketat aturan, hingga menutup 40 dapur.

KOSONGSATU.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menekankan keselamatan anak sebagai prioritas utama dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden keracunan yang menimpa ribuan anak di berbagai daerah dinilainya tidak bisa dianggap sebagai angka semata.

“Insiden bukan sekadar angka, tetapi menyangkut generasi penerus bangsa,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan usai rapat koordinasi di Kementerian Kesehatan, Ahad (28/9).

Zulkifli menjelaskan, sejak kembali dari luar negeri, Presiden langsung memimpin rapat soal MBG di Halim Perdanakusuma. Malam harinya, pembahasan berlanjut. “Betapa serius perhatian Bapak Presiden terhadap masalah ini,” ujarnya.

Presiden Prabowo menjawab pertanyaan wartawan terkait permasalahan MBG di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu (27/9). – BPMI Setpres

Pemerintah menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah, mengevaluasi juru masak, memperbaiki sanitasi, hingga mewajibkan setiap dapur memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS). “Harus. Wajib hukumnya. Kalau tidak ada, kejadian bisa terulang,” tegas Zulhas.

Kepala BGN Dadan Hindayana ketika menjenguk korban keracunan masal MBG di Bandung Barat. – Dok. BGN

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menambahkan, rapat lanjutan akan digelar Senin (29/9) bersama kepala daerah, kepala dinas kesehatan, kepala dinas pendidikan, dan sekda. Rabu depan, evaluasi menyeluruh kembali dilakukan.

Kebijakan BGN

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana melaporkan, kasus keracunan mayoritas terjadi di dapur MBG yang baru beroperasi. “SDM masih kurang jam terbang. Selain itu, ada faktor bahan baku, air, dan pelanggaran SOP,” kata Dadan, Ahad (28/9).

Prabowo pun, kata dia, memberi arahan tegas: setiap SPPG harus memiliki koki terlatih, alat rapid test makanan, sterilisasi food tray, filter air, dan CCTV terhubung ke pusat. “Langkah ini untuk memastikan program gizi nasional aman,” ujarnya.